Banyak Pasangan Suami Istri Di Jepang Memutuskan Pisah Ranjang, Kenapa?

Meski pisah ranjang, tapi hubungan mereka baik-baik saja, lho.

Vania Rossa
Rabu, 13 Januari 2021 | 14:56 WIB
Banyak Pasangan Suami Istri Di Jepang Memutuskan Pisah Ranjang, Kenapa?
Ilustrasi tidur. [Pexels]

SuaraLampung.id - Idealnya, pasangan suami istri tidur akan di kamar yang sama dan di tempat tidur yang sama pula. Tapi berbeda dengan pasangan suami istri di Jepang. Tak sedikit di antara mereka yang memutuskan untuk pisah ranjang, bahkan pisah kamar tidur. Bukan..., bukan karena hubungan mereka mulai merenggang. Tapi, memang begitulah budaya yang tercipta di antara sebagian besar pasangan suami istri di sana.

Bahkan, tak sedikit pasangan suami istri yang menganggap bahwa tidur terpisah ini merupakan sesuatu yang baik untuk mereka. Apa alasannya? Dilansir dari Bright Side, inilah alasan mengapa pasangan suami istri di Jepang memilih untuk pisah ranjang.

1. Mereka memiliki jadwal tidur yang berbeda
Hal pertama yang membuat pasangan suami istri di Jepang memutuskan untuk tidur terpisah adalah jadwal kerja yang berbeda. Membangunkan pasangan hanya karena Anda pulang terlambat dari kantor atau harus pulang lebih awal tidak akan menghasilkan kualitas istirahat yang baik untuk mereka. Inilah mengapa tidur di ruangan yang berbeda masuk akal. Ini akan memberi mereka tidur yang tidak terganggu dan tentunya jauh lebih sehat.

2. Ada bayi yang tidur dengan ibunya
Ibu di Jepang tidur dengan anak-anaknya dan ini dianggap sangat penting. Jadi, sang ayah perlu memutuskan apakah dia ingin berbagi ranjang yang sama atau pergi ke kamar yang berbeda.

Baca Juga:Viral Keluhan Suami saat Bulan Madu, Dekorasi Hotel Bikin Istri Gagal Fokus

Bahkan ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa tidur bersama dapat membantu orangtua dan anak-anak untuk mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Tidur bersama ini membantu anak untuk menjaga suhu dan detak jantung yang stabil (yang sangat penting pada masa bayi), dan pada saat yang sama, menurunkan kemungkinan sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu, tidur bersama ini juga berkontribusi pada anak memiliki harga diri yang lebih baik, menjadikannya lebih cepat mandiri dan berprestasi di sekolah.

3. Tidur terpisah berarti damai
Sementara banyak pasangan yang mulai tidur terpisah berpikir bahwa perceraian ada di depan mata, orang Jepang justru melihatnya secara berbeda. Mereka sangat menghargai tidurnya dan tidak ingin diganggu saat tidur. Ini berarti bahwa mereka tidak perlu dan tidak tahan dengan dengkuran, tidur gelisah, menendang, dll. Meskipun beberapa tidak memiliki kesempatan untuk tidur di kamar yang berbeda, mereka tetap berharap dirinya bisa tidur nyenyak dan bebas dari gangguan-gangguan tersebut .

4. Pasangan memiliki riwayat tidur terpisah
Alas tidur khas orang Jepang, yaitu futon, hanya diisi dengan kapas untuk memberikan dukungan dan kenyamanan tidur. Dulu, futon hanya diperuntukkan bagi satu orang. Jadi, bahkan jika Anda ingin berpelukan dengan orang yang Anda cintai di atas futon, Anda akan berakhir 'keluar' dari futon dan mendapatkan diri Anda berbaring di atas lantai yang dingin. Tentu saja hal ini akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Dan saat ini masih banyak keluarga yang menggunakan alas tidur jenis ini, terutama karena tidak memakan banyak tempat dan mudah disimpan.

Nah, itu dia alasan kenapa pasangan suami istri di Jepang tidur terpisah. Apakah menurut Anda alasan mereka cukup masuk akal dan bisa diterima dengan baik?

Baca Juga:Batal Romantis, Viral Pria Malah Tendang Wajah Istri di Pesta Pernikahan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak