Wakos Reza Gautama
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:05 WIB
Ilustrasi kilang minyak. Kawasan Industri Katibung diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi nasional dan ketahanan energi dengan target uji kelayakan tuntas Desember 2026. [freepik]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi pada Jumat (16/10/2026) untuk mempercepat pembangunan megaproyek kawasan industri strategis.
  • Kawasan Industri Katibung diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi nasional dan ketahanan energi dengan target uji kelayakan tuntas Desember 2026.
  • Megaproyek tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan devisa ekspor, serta memperkuat kedaulatan energi nasional.

SuaraLampung.id - Transformasi besar struktur ekonomi tengah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Tak ingin sekadar bertumpu pada sektor agraris mentah, Pemprov Lampung resmi mengakselerasi pembangunan megaproyek kawasan industri strategis.

Ujung tombaknya adalah Kawasan Industri Katibung di Lampung Selatan, yang diproyeksikan menjelma menjadi benteng kemandirian energi dan poros industri hilir nasional.

Keseriusan ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Kawasan Industri di Ruang Pepadun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (16/10/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, memberi tenggat tegas kepada tim percepatan untuk bekerja terintegrasi tanpa ada sekat birokrasi yang menghambat.

Baginya, persaingan menarik modal asing dan domestik membutuhkan eksekusi lapangan yang agresif dan terukur.

"Pengembangan kawasan industri tidak bisa berjalan parsial. Tim harus mengawal terpadu, mulai dari pemenuhan izin regulasi, koordinasi vertikal ke pemerintah pusat, hingga pendekatan taktis ke calon investor. Perkembangan ini harus terpantau real-time," tegas Marindo.

Untuk mengunci komitmen para pemodal kakap (anchor investor), Pemprov Lampung bakal menjadikan agenda bergengsi Lampung Forum Investment (FOILA) sebagai panggung utama diplomasi modal.

Portofolio industri yang matang, kepastian hukum, dan kesiapan infrastruktur dipastikan bakal tersaji di meja perundingan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lampung, Mulyadi Irsan, memaparkan peta jalan (roadmap) kawasan industri ini yang ditargetkan mulai menancapkan tiang pancang perdana (groundbreaking) pada Desember 2026, mencakup Kawasan Industri Mayapada dan PISEL.

Baca Juga: Zulhas Resmikan KDMP di Lampung Bareng BRI: Warga Desa Kini Bisa Dapat KUR Lewat Agen BRILink

Khusus untuk Katibung, proyek ini kian menemukan pijakan konkret menyusul nota kesepahaman (MoU) kemitraan antara Pemprov Lampung dan raksasa korporasi PT Minamas. Saat ini, fokus utama adalah mengebut rampungnya uji kelayakan (feasibility study/FS) sebelum tutup tahun.

"Uji kelayakan (FS) mencakup dimensi teknis, valuasi ekonomi, hingga analisis dampak lingkungan hidup harus tuntas sebelum Desember. Ini modal kunci laporan kita ke pemerintah pusat untuk membuktikan Katibung siap mengawal ketahanan energi tanah air," ujar Mulyadi.

Berdasarkan cetak biru pengembangannya, Kawasan Industri Katibung dirancang dengan fasilitas ultra-modern. Di kawasan pesisir ini akan dibangun pabrik pengolahan minyak mentah (oil refinery), klaster hilirisasi oleokimia bernilai tambah tinggi, kompleks industri petrokimia, serta didukung terminal pelabuhan laut khusus (special port) berkapasitas besar guna menjamin kelancaran arus logistik ekspor-impor.

Langkah berani ini diambil untuk merespons dinamika geopolitik global yang kian tak menentu, yang secara langsung kerap mengguncang rantai pasok dan pasokan bahan bakar domestik.

Berada tepat di jalur strategis Selat Sunda, Katibung diharapkan menjadi simpul distribusi penyangga kedaulatan energi Pulau Jawa dan Sumatra.

Di samping Katibung, revitalisasi Kawasan Industri Lampung (KAIL) juga terus didorong agar selaras dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) lintas kabupaten/kota.

Load More