SuaraLampung.id - Bayangkan, 63.506 jiwa—setara dengan populasi beberapa kecamatan—berhasil ditarik dari jurang kehancuran. Inilah hasil nyata dari perang tanpa henti yang dilancarkan Polresta Bandar Lampung melawan jaringan narkotika.
Pada hari Jumat (18/7/2025), barang bukti narkoba senilai total Rp6,86 miliar tidak lagi memiliki kekuatan untuk merusak setelah dilenyapkan dalam pemusnahan massal.
Di hadapan awak media dan perwakilan instansi terkait, tumpukan barang haram yang merupakan hasil tangkapan sepanjang bulan Mei 2025 itu diubah menjadi tak berharga.
Rinciannya sabu-sabu seberat 6.285,56 gram (6,2 kg) senilai Rp6,2 miliar, 1.653 butir pil ekstasi, dan serbuk ekstasi seberat 6,40 gram yang ditaksir bernilai Rp661,2 juta.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Alfred Jacob Tilukay, menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar seremoni pembakaran, melainkan sebuah deklarasi kemenangan kecil dalam pertempuran besar melindungi generasi bangsa. Angka yang ia paparkan bukan hanya soal rupiah, tapi soal nyawa.
"Dari barang bukti sabu yang dimusnahkan tersebut, sebanyak 60.200 jiwa berhasil diselamatkan. Sementara dari ekstasi, sebanyak 3.306 jiwa turut terselamatkan. Total keseluruhan jiwa yang berhasil diselamatkan melalui pengungkapan kasus ini berjumlah 63.506 orang," tegasnya.
Angka tersebut menjadi pengingat betapa masifnya daya rusak narkotika jika berhasil lolos dan beredar di tengah masyarakat. Setiap gram yang dimusnahkan adalah potensi masa depan yang diselamatkan.
Aksi pemusnahan ini, menurut Alfred, adalah pesan keras dan tak bisa ditawar bagi para bandar dan pengedar: Bandar Lampung bukan tempat yang aman untuk bisnis haram mereka.
Ini adalah bentuk transparansi kepada publik sekaligus bukti bahwa tidak ada ruang kompromi bagi kejahatan narkotika.
Baca Juga: Bocah 10 Tahun Jadi Korban Perampasan Motor di Bandar Lampung, Terseret Saat Melawan dan Luka-luka!
"Peredaran narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam generasi muda serta masa depan bangsa. Untuk itu, kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku kejahatan narkotika di wilayah hukum Bandar Lampung," lanjutnya dengan nada tegas.
Namun, perang ini tidak bisa dimenangkan sendirian oleh polisi. Polresta Banda Llampung secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi mata dan telinga aparat.
Melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, sekecil apa pun, adalah kontribusi nyata untuk menciptakan kota yang bersih dan aman.
"Peran serta masyarakat sangat penting dalam mewujudkan Kota Bandar Lampung yang aman dan bersih dari narkoba. Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, BNN, TNI, dan seluruh elemen masyarakat yang terus mendukung langkah-langkah kepolisian dalam penegakan hukum di bidang narkotika," tutup Alfred.
Pemusnahan ini menjadi penutup dari rangkaian kerja keras aparat di bulan Mei, sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba selalu nyata dan membutuhkan kewaspadaan bersama. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bocah 10 Tahun Jadi Korban Perampasan Motor di Bandar Lampung, Terseret Saat Melawan dan Luka-luka!
-
Operasi Narkoba April 2025: Polresta Bandar Lampung Selamatkan Ribuan Jiwa
-
Rp2 Miliar Diamankan! Korupsi Tol Terpeka Lampung Terungkap, Tersangka Baru Siap Menyusul?
-
WNA Malaysia Bawa 12 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni! Bagian Jaringan Fredy Pratama
-
Bakauheni Kembali Gagalkan Penyelundupan Narkoba: Ganja Rasa Teh & Sabu Dalam Mesin Las Disita
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Kinerja Solid dan Komitmen ke Pemegang Saham
-
Lampu Kuning Program MBG! Baru Separuh SPPG di Bandar Lampung yang Terjamin Higienis
-
Way Kanan Menuju Pusat Agro: Menakar Ambisi Hilirisasi Rp150 Triliun di Bumi Lampung
-
Sisi Gelap Penjaga Kafe di Bandar Lampung: Nyabu Dulu Sebelum Maling Kabel PLN di Siang Bolong
-
Kicauan Kebebasan di Tahura Wan Abdul Rachman: 942 Ekor Burung Kembali ke Habitatnya