SuaraLampung.id - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung menyatakan bahwa pelaksanaan tur area Gunung Anak Krakatau saat ini dapat dilakukan sepanjang tahun dengan tetap mempertimbangkan keselamatan wisatawan.
Kepala Disparekraf Provinsi Lampung Bobby Irawan mengatakan selama ini tur Krakatau dilakukan secara terbatas hanya untuk tamu VIP.
"Selama ini tur berkeliling area Gunung Anak Krakatau dilakukan dengan kapal ferry yang dibiayai penuh oleh pemerintah daerah serta dilakukan hanya satu tahun sekali saat Festival Krakatau," ujar Bobby Irawan, Jumat (11/7/2025).
Untuk tahun ini pemerintah daerah mencoba mengubah konsep tur area Krakatau agar dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat yang ingin berwisata berkeliling Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Sekarang kami ubah, pelaksanaan tur ini dapat dilakukan sepanjang tahun. Tapi dengan batasan keamanan serta keselamatan turis jadi yang utama. Sebab Gunung Anak Krakatau ini kondisinya masih aktif," katanya.
Bobby mengatakan tur area Gunung Anak Krakatau tersebut dilakukan kerja sama dengan agen pariwisata di Lampung yang menjual trip-trip wisata tur area Gunung Anak Krakatau.
"Dan dalam rangka Festival Krakatau, kegiatan tur area Krakatau di pekan keempat Juli akan tetap dilakukan. Dengan konsep kolaborasi sama seperti pelaksanaan tur sepanjang tahun. Hal ini karena adanya tantangan terkait situasi dan kondisi di Gunung Anak Krakatau, serta tantangan yang dihadapi pemerintah terkait efisiensi anggaran," ujarnya.
Pelaksanaan tur tersebut akan dimulai dari keberangkatan di Dermaga Canti, Lampung Selatan, kemudian wisatawan diajak bermalam di Pulau Sebesi sekaligus melaksanakan kegiatan edukasi terkait Gunung Anak Krakatau serta mempelajari kebiasaan masyarakat di Pulau Sebesi.
Setelahnya di pagi hari wisatawan akan diajak berkeliling area Gunung Anak Krakatau dalam parameter yang diizinkan sekitar dua kilometer dari lokasi gunung, dengan menggunakan perahu atau kapal nelayan.
Baca Juga: Geger di Kalianda! Bayi Cantik Ditinggal di Teras Warga, 4 Fakta Ini Ungkap Kisah Pilu di Baliknya
"Ini semua dalam satu paket, dan kami terus mendorong kebijakan ini, karena pariwisata di Lampung ini harus berkelanjutan serta bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal di desa atau sekitar destinasi wisata," ujar Bobby.
Menurut dia, dengan adanya tur sepanjang tahun ini maka ekosistem pariwisata di desa akan bertumbuh, dimana penginapan, warung makan, dan berbagai jasa serta hasil karya masyarakat lokal di desa setempat dapat terjual ke wisatawan.
"Jadi ada nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat, sehingga tidak lagi bergantung pada subsidi atau fasilitas gratis dari pemerintah. Sebab kalau menggunakan kapal ferry kurang mengedukasi sebab hanya sekali jalan saja," ujar dia.
Bobby mengharapkan dengan adanya perubahan skema tur area Krakatau dengan pelaksanaan penjualan trip dilakukan sepanjang tahun kolaborasi bersama agen pariwisata, maka bisa meningkatkan juga kesejahteraan masyarakat di sekitar area Gunung Anak Krakatau. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Geger di Kalianda! Bayi Cantik Ditinggal di Teras Warga, 4 Fakta Ini Ungkap Kisah Pilu di Baliknya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampung Raup Rp140 Miliar
-
Tragis! Warga Tewas Dimangsa Harimau Sumatera Saat Berkebun di Lampung Barat
-
Pinjam Uang Gratis? Pegadaian Lampung Luncurkan Gadai Bunga Nol Persen, Ini Syaratnya
-
'Bersih-Bersih' Lapas Lampung: 46 Napi dan 8 Petugas Nakal Dikirim ke Nusakambangan
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Guncang Bandung! Duet Lifter Lampung Borong 5 Emas di Kejurnas 2026
-
Menelisik Lubang di Kas Daerah: Mengapa Ratusan Rupiah Pajak Bandar Lampung Menguap Begitu Saja?
-
Rayuan Maut Pria Beristri di Balam: Mengajak Anak Bawah Umur 'Staycation' Hingga Digerebek Istri
-
Skandal PTK Khusus Pemkot Bandar Lampung: Sedot Rp3,6 Miliar Uang Rakyat Tapi Sosoknya 'Gaib'