Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Selasa, 25 Maret 2025 | 13:45 WIB
Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika dan Ws Danpuspomad Mayjen Eka Wijaya Permana memberikan keterangan terkait kasus penembakan tiga polisi di Way Kanan, Selasa (25/3/2025). [ANTARA]

"Sudah jelas cuma satu hari sebenarnya hanya kan kami untuk melakukan penyidikan harus ada laporan polisi. Maka di tanggal 21 kami koordinasi ke polda dan polres siapa yang membuat laporan karena kami akan mengusut dan mendapatkan barang bukti," ujarnya.

3. Pasal yang Dijerat

Eka mengatakan penyidik Denpom menjerat dua oknum TNI dengan pasal berbeda. Untuk Kopda B dijerat pasa pembunuhan berencana dan pembunuhan sedangkan Peltu YHL dijerat pasal perjudian.

"Kopda B disangkakakan pasal 340 jucto 338 sedangkan Peltu YHL disangkakan pasal 303 KUHP. Untuk Kopda B karena memiliki senjata pabrikan tetapi bukan organik itu akan dijerat UU Darurat," ujarnya.

Baca Juga: AKP Lusiyanto di Mata Tetangga dan Warga: Rajin Ibadah dan Suka Menolong

Menurut Eka, kedua oknum TNI juga sudah dilakukan tes urine dan hasilnya negatif narkoba. Kini kedua tersangka telah ditahan di Denpom II/3 Lampung.

4. Pakai Senjata Rakitan

Mengenai senjata api yang digunakan Kopda B untuk menembak tiga anggota polisi, menurut Eka sudah dicek di Detasemen Peralatan (Denpal).

"Hasil pemeriksaan Denpal, senjata campuran spare part-nya. Larasnya adalah FNC tetapi yang lain-lainnya itu adalah SS-1. Patut diduga senjata ini adalah senjata rakitan karena bukan standar pabrik," ujarnya.

Namun untuk lebih jelasnya, Eka mengatakan, senjata api itu akan dicek ke Laboratorium Forensik Mabes Polri dan ke Pindad karena ada spare part dari SS-1.

Baca Juga: Isu Setoran Judi Sabung Ayam Picu Penembakan Polisi di Way Kanan? Kapolda Lampung Bereaksi Keras

5. Klarifikasi Uang Setoran

Load More