SuaraLampung.id - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Juru Sembelih Halal (Juleha) Lampung Saluddin mengatakan bahwa masih ada sebagian masyarakat, khususnya Muslim, yang abai terkait kehalalan daging yang dikonsumsi.
Oleh sebab itu, Asosiasi Juleha Indonesia yang menjadi wadah para juru sembelih, berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kehalalan makanan yang dikonsumsi.
Selain itu, asosiasi ini juga berperan untuk mempersiapkan juru sembelih halal yang sesuai dengan standar kompetensi tenaga kerja Indonesia (SKKNI) dan standar syariah Islam. Dengan demikian, panganan berbahan daging, baik sapi, kambing, domba, kerbau maupun ayam, yang beredar lebih terjamin kehalalannya.
Tidak hanya itu, juleha juga memiliki tanggung jawab moral dan menitikberatkan kepada makanan yang halalan thoyiban (halal dan baik) untuk Muslim, dengan mematuhi syariat Islam.
Kehalalan pangan berbahan dasar daging harus dilihat dari keberadaan rumah potong hewan (RPH) dan rumah potong unggas (RPU) sebagai hulu, sebelum mendistribusikan produknya ke pasaran.
Sebagaimana Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, semua makanan berbahan dasar daging, kecuali yang diharamkan, harus ditelusuri hingga proses penyembelihan dan pengolahannya untuk memastikan kehalalannya.
Contoh sederhananya, makanan jenis arem-arem yang di dalamnya ada daging giling ayam, harus jelas ayamnya diambil dari mana, bagaimana menyembelihnya, dan apakah juru sembelihnya pernah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi atau mempunyai sertifikasi, hal itu akan dirunut.
Oleh karena itu, daging-daging yang akan diedarkan ke masyarakat, baik yang ingin dikonsumsi secara pribadi atau untuk usaha, harus melalui penyembelihan yang halal, dimana juru sembelih atau rumah potong hewan (RPH) harus sudah bersertifikasi halal.
Hal ini pun yang masih menjadi perhatian khusus, karena dari ribuan juru sembelih yang ada dan sekitar 210 anggota Juleha Lampung, baru 36 orang yang sudah memiliki sertifikasi kompeten, sesuai SKKNI. Sementara untuk RPH, baru empat yang sudah tersertifikasi halal dari 12 rumah potong hewan di Lampung.
Baca Juga: Pasar Natar Lampung Selatan Akan Jadi Pasar Modern, Diresmikan September 2024
Juleha Lampung pun terus meningkatkan sosialisasi kepada RPH agar mereka juga berperan dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) tersertifikasi halal dan memberikan kepercayaan kepada konsumen agar produk hasil sembelihannya terjamin halal.
Selain itu, Juleha Lampung selalu mengajak dan menggugah kesadaran dari pengusaha, baik RPH atau RPU, akan pentingnya sertifikasi kompetensi juru sembelih halal, sebagai satu-satunya bentuk pengakuan pemerintah bahwa individu sudah kompeten di bidangnya.
Ikhtiar lain adalah memperbanyak juru sembelih berdasarkan syariat Islam, yakni meningkatkan intensitas, kuantitas pelatihan dan sosialisasi di masyarakat.
Salah satu langkah konkrit asosiasi itu adalah menandatangani kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung tentang pelaksanaan pelatihan Juleha di wilayah provinsi itu.
Berkaitan dengan Hari Raya Idul Adha, momentum ini juga dijadikan salah satu upaya edukasi dan sosialisasi asosiasi di Lampung kepada masyarakat hingga tingkat bawah, bahwa proses penyembelihan hewan sesuai kaidah halal serta kehalalan produk yang harus dijaga dari hulu.
Berita Terkait
-
Pasar Natar Lampung Selatan Akan Jadi Pasar Modern, Diresmikan September 2024
-
Bawaslu Lampung Siap Perangi Politik Uang di Pilkada 2024, Bansos Jadi Sorotan!
-
Idul Adha 1445 H: Bandar Lampung Sembelih 5.331 Ekor Hewan Kurban
-
Usai Disembelih, Sapi Kurban Jokowi di Lampung Jalani Pemeriksaan Ketat
-
Begal Motor Resahkan Warga Lampung Timur, Salah Satunya Karyawan PGN?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta
-
Polisi Ringkus 58 Tersangka Narkoba dalam Dua Bulan di Bandar Lampung
-
"Saya Hakimnya, Bukan Bapak: Arinal Djunaidi Kena Semprot di Sidang Korupsi Dana PI 10 Persen
-
Penderitaan Karyati Korban KDRT di Pringsewu: Ditikam Suami saat Tidur
-
Demi Bayar Utang, Karyawan BUMN di Lampung Nekat Curi Motor Teman Sekantor