SuaraLampung.id - Seorang pengedar uang palsu ditangkap aparat Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditres Krimun) Polda Lampung pada Minggu (3/3/2024).
Tersangka pengedar uang palsu yang ditangkap berinisial BGA, warga Kutawaringin, Adiluwih, Pringsewu. BGA menjual uang palsu lewat media markeplace.
"Pelaku ini sudah sejak Januari 2024 lalu kami pantau, karena pelaku ini sudah beraksi dibeberapa daerah di Indonesia hingga Pulau Jawa," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah Astutik saat ekspos di Mapolda Lampung, Rabu (6/3/2024) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Pelaku menjual uang palsu senilai Rp400 ribu dijual Rp135 ribu, sehingga pelaku mendapat banyak keuntungan dari aktivitas ilegal ini.
"Saat ditangkap, tim kami selalu memantau ada pengembalian pengiriman uang palsu yang dikirim ke Jawa Timur, ke Kalirejo Lampung Tengah," ujar Umi Fadillah Astutik.
Sementara itu, Kasubdit Jatanras Polda Lampung, Kompol Ali Muhaidori menjelaskan, saat hendak dikirim ke Kalirejo, pihaknya langsung bergerak cepat menangkap pelaku.
"Tim kami bergerak ke rumah pelaku BAG di Pringsewu, saat digeledah total dikumpulkan ditemukan uang palsu senilai Rp12,7 juta," jelas Kompol Ali Muhaidori.
Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan barang bukti uang palsu Rp12,7 juta dengan rincian 29 lembar pecahan Rp100 ribu.
Lalu ada 93 lembar pecahan Rp50 ribu, 144 lembar pecahan Rp20 ribu, 243 lembar pecahan Rp10 ribu, dan 23 lembar pecahan Rp5 ribu.
Baca Juga: Korban Hilang di Sungai Way Bulok Ditemukan Meninggal Dunia
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti mesin printer, sebundel kertas hvs, tiga penggaris plastik, spidol hitam, dan Ponsel di rumah pelaku di Adiluwih Pringsewu.
Dari pemeriksaan, pelaku ini sudah tiga bulan beraksi dan pelaku ini bermain sendirian. Sementara untuk pemasarannya, uang palsu dipasarkan di Aceh hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Hasil pemeriksaan, pelaku juga mengakui uang palsu tersebut dibuat secara mandiri, dengan menggunakan mesin printer.
Sementara motifnya digunakan untuk keuntungan pribadi atau masalah ekonomi, karena dari uang palsu Rp400 ribu yang dijual Rp135 ribu. Sejak beraksi keuntungannya mencapai puluhan juta.
Berita Terkait
-
Korban Hilang di Sungai Way Bulok Ditemukan Meninggal Dunia
-
Terpeleset di Tembok Waduk, Bocah SD di Pringsewu Meninggal Tenggelam di Sungai Way Mincang
-
Bripda Naufal Meninggal Usai Mengamankan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Pringsewu
-
Pastikan Ketersediaan Stok di Ramadan, Polda Lampung Kawal Distribusi Pangan
-
Antisipasi Kemacetan Libur Panjang, Polda Lampung Lakukan Hal Ini
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Hari Pajak, BRI Catat Setoran Rp19,1 Triliun Kepada Negara Pada Kuartal I 2026
-
ORI030 Hadir di BRI, Berikan Peluang Investasi dengan Kupon hingga 7,00%
-
Gunung Anak Krakatau Batuk 19 Kali, Jalur Merak-Bakauheni Masih Normal