Salah satu solusi mempertahankan keberadaan badak Sumatera di TNWK adalah melepas liarkan sebagian badak yang ada di dalam penangkaran.
Menurut Jansen, penangkaran tidak bagus bagi perkembangbiakan badak Sumatera karena dikhawatirkan terjadi perkawinan sedarah. Karena itu kata dia melepasliarkan menjadi metode yang relevan.
"Didalam penanganan badak di Way Kambas ada 8 ekor badak, nanti sebagian akan dilepaskan di hutan namun perlu perencanaan yang matang," terang Jansen.
drh. Dedi Candra perwakilan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, pengamanan kolaboratif dan terintegrasi menjadi satu strategi bagi terjaminnya pelestarian kawasan tumbuhan dan satwa liar di TNWK khususnya badak sumatera.
Baca Juga: Nasib Perempuan Desa Penyangga TNWK di Tengah Himpitan Konflik Gajah vs Manusia
Pengamanan kolaboratif ini dilakukan secara sinergis dengan kepolisian, TNI, pemerintah daerah termasuk masyarakat di sekitar Kawasan TNWK.
"Dan peran para pihak tersebut sekaligus menjadi tamu undangan dalam kegiatan ini dimana terdapat total 76 instansi yang hadir dan turut menyepakati dan menandatangani Nota Kesepahaman terkait Pengamanan Kawasan Taman Nasional Way Kambas," kata Dedi.
Letjen TNI (Purn) Dodik Wijanarko sebagai dewan pembina Yabi, memaparkan mengenai pengamanan terpadu terintegrasi kawasan konservasi dan aset negara di taman nasional Way Kambas.
Pertama menaikkan status level perlindungan dan pengamanan bagi spesies badak dan habitatnya sehingga spesies lain teramankan.
Ini karena badak merupakan spesies payung kedua menjadikan badak jawa dan badak sumatera sebagai obyek strategis nasional sama halnya seperti panda di RRC yang memilik nilai strategis.
Baca Juga: Dialog Konservasi Gajah Sumatera Bersama Warga Penyangga Taman Nasional Way Kambas
Selanjutnya terdapat beberapa skema yang harus dirancang dan diterapkan yaitu skema pengamanan kawasan terestrial dan perairan yang mengadopsi skema pengamanan kawasan di bidang militer skema pulbaket/ investigasi dan penegakan hukum skema penanganan perburuan, dan skema pengamanan dengan teknologi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
Terkini
-
Jalan Bandar Lampung Mulus Tapi Rentan Rusak? Menteri PU Ungkap Biang Keroknya
-
Arus Balik Memuncak! Polisi Terapkan Sistem Tunda di Pelabuhan Bakauheni
-
Novelis Ika Natassa Murka ke ASN Lampung Barat yang Menghina Dirinya
-
Ribuan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni, Malam Ini Diprediksi Puncak Arus Balik 2025
-
Dari Mata Air Jadi Cuan, Kisah Sukses Desa Wunut Bangun Wisata Air Umbul Pelem