SuaraLampung.id - Kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA jalur zonasi di Lampung terungkap. Banyak orang tua murid yang merubah data kartu keluarganya (KK) agar anaknya bisa diterima di sekolah favorit.
Salah satu sekolah favorit yang jadi rebutan orang tua murid hingga mengubah data kependudukannya adalah SMAN 2 Bandar Lampung yang terletak di Jalan Amir Hamzah Nomor 1, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Sulpakar mengatakan pihaknya pernah mendapat informasi bahwa perubahan data kependudukan paling banyak terjadi di sekitar SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
"Bukan rahasia lagi di data kependudukan warga di Jalan Amir Hamzah dan sekitarnya sering berubah," kata Sulpakar kepada Lampungpro.co--jaringan Suara.com, Senin (17/7/2023).
Menurut Sulpakar, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa terhadap perubahan data kependudukan itu, karena secara hukum benar. Namun praktek kecurangan seperti itu juga tak bisa dibenarkan.
Untuk itu, dia meminta agar Disdukcapil mengungkap secara transparan berapa jumlah perubahan data kependudukan setiap menjelang PPDB.
"Dalam satu tahun terakhir misalnya, dalam satu keluarga berapa yang berubah kartu keluarganya. Terutama di sekitar SMAN 2 Bandar Lampung, paling banyak yang berubah berdasarkan informasi yang kami terima," kata Sulpakar yang juga Penjabat Bupati Mesuji itu.
Dia mencontohkan, tahun lalu jumlah kartu keluarga yang berubah berapa dan tahun ini berapa. Modus yang pernah dilaporkan adalah dengan menerima siswa indekos di sekitar sekolah. Lalu siswa tersebut dimasukkan ke keluarga penerima indekos tersebut.
Pemalsuan data kependudukan sejatinya merupakan tindak pidana. Namun pihaknya juga memahami bahwa Disdukcapil tidak bisa menolak perubahan data kependudukan, karena bisa dicap menghambat pelayanan administrasi negara.
Baca Juga: Dugaan 337 Juta Data Kependudukan Bocor, Kemenkominfo akan Panggil Dirjen Dukcapil Kemendagri
Namun dengan mengungkap berapa banyak perubahan data kependudukan di sekitar SMA, terutama yang paling banyak diminati, menjadi peringatan bagi warga untuk tidak berbuat curang.
"Perubahan data kependudukan pasti ada tujuan tertentu," kata Sulpakar.
Terkait jarak zonasi, Sulpakar mengatakan ukuran jauh dekatnya tidak diatur secara spesifik.
"Jadi, kalau ada pendaftar jalur zonasi dari 1-200 siswa, maka yang diterima adalah yang terdekat. Ukurannya adalah terdekat," kata Sulpakar.
Sebelumnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung menemukan puluhan orang melakukan kecurangan dalam data kependudukan pada saat pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA jalur zonasi di tahun ajaran 2023.
Dimana terdapat salah satu pendaftar yang orang tuanya ASN di Pemkot Bandar Lampung mengubah surat persyaratan yang seolah-olah ada perbaikan dari Disdukcapil Kota Bandar Lampung.
Berita Terkait
-
Dugaan 337 Juta Data Kependudukan Bocor, Kemenkominfo akan Panggil Dirjen Dukcapil Kemendagri
-
Dindik Ponorogo Menyoroti Kondisi Sekolah Dasar Negeri Tanpa Siswa Baru: Suksesnya KB atau Perlu Inovasi?
-
Oknum Kades di Lampung Timur Dilaporkan Aniaya Bocah hingga Lebam, Penyebabnya Sepele karena Kencing
-
Mengawali Tahun Ajaran Baru, Ini 5 Tips Sukses untuk Hari Pertama Sekolah
-
Bak Cerita Film Laskar Pelangi, Sekolah Negeri di Ponorogo Tak Punya Siswa Baru: Tak Ada Peminat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu