SuaraLampung.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali membongkar sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) di pinggir Jalan Imam Bonjol, Tanjungkarang Pusat, Jumat (21/10/2022).
Kabid Penertiban Umum Satpol PP Bandar Lampung Jan Roma mengatakan, pembongkaran kali ini dilakukan secara sukarela oleh pedagang setelah pihaknya memberikan surat peringatan.
"Kami sudah memberikan surat peringatan hingga tiga kali. Jadi Satpol PP tidak membongkar paksa, tapi ini menindak lanjuti surat edaran dinas, agar mereka sendiri yang merapikan lapaknya," kata Jan Roma dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Penertiban berjalan lancar tanpa ada penolakan. Jan Roma menilai, penertiban lapak pedagang di pinggir jalan itu untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi.
"Penertiban ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hal pembenahan kota, karena sejalan dengan visi dan misi Pemkot Bandar Lampung. Mereka yang ditertibkan ini, nantinya bisa pindah mengisi lapak di Pasar Smep," ujar Jan Roma.
Sementara itu, salah satu pedagang yang turut ditertibkan bernama Usin (40) menjelaskan, pihaknya mengeluhkan opsi pemindahan yang ditawarkan pemerintah Pasar Smep menjadi sebuah dilema. Hal itu dikarenakan, kondisi di Pasar Smep sepi pembeli.
"Diawal pembukaan Pasar Smep, saya sudah sempat mengisinya, tapi pembelinya sangat sepi. Jadi saya berharap, pemerintah bisa memperhatikan nasib pedagang kecil seperti kami ini," jelas Usin.
Berita Terkait
-
Polisi Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pemalakan PKL di Kanal Banjir Timur
-
Angka Pengangguran di Bandar Lampung Naik di Tahun 2021, Ini Penyebabnya
-
BBPOM Bandar Lampung Belum Menarik Peredaran Obat Sirop di Pasaran
-
3 Anggota Geng Motor yang Merusak Warung Nasi Uduk di Kedaton Ditangkap Polisi
-
Maling Nekat, Rumah Polisi Pun Dibobol, Senjata Api Dicuri
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah
-
2 Tahun Buron Usai Tembak Warga, Tamong Tewas Diterjang Peluru Polisi Akibat Melawan Pakai Celurit
-
Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara
-
Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas
-
Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah