SuaraLampung.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mendalami laporan tentang temuan virus cacar monyet dalam cairan sperma pasien, kata pejabat WHO, Rabu (15/6/2022).
Pendalaman itu dimaksudkan untuk melihat kemungkinan apakah cacar monyet bisa ditularkan secara seksual.
Badan PBB itu masih meyakini bahwa virus tersebut terutama ditularkan lewat kontak dekat antar manusia.
Lebih dari 1.300 kasus cacar monyet telah dilaporkan oleh sekitar 30 negara, terutama di Eropa, sejak awal Mei.
Sebagian besar kasus dilaporkan menimpa laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.
Cacar monyet adalah penyakit langka yang ditemukan di bagian tengah dan barat Afrika, yang ditemukan pada koloni monyet tahun 1958 dan manusia pada tahun 1970.
Pada 7 Mei 2022, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengumumkan bahwa sebuah kasus cacar monyet telah terdeteksi pada seorang pasien yang telah melakukan perjalanan ke Inggris dari Nigeria.
Sejak itu, Oragnisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus cacar monyet ini telah meningkat dengan penyebaran komunitas dan lebih dari 300 kasus di luar Afrika.
Lebih dari 100 kasus cacar monyet itu telah terdeteksi di Inggris, dengan satu anak berakhir dalam perawatan intensif dan infeksi virus ini dikonfirmasi di seluruh Eropa dan AS di antara negara-negara lain.
Baca Juga: Muncul Temuan Virus Cacar Monyet dalam Cairan Sperma, WHO Dalami Dugaan Penularan Secara Seksual
"Kami terus mendeteksi kasus cacar monyet baru melalui jaringan pengawasan dan layanan NHS kami," kata Dr Susan Hopkins, kepala medis di UKHSA dikutip dari The Sun.
Jika ada yang mencurigai ruam atau luka di tubuh sebagai gejala cacar monyet, mereka harus membatasi kontak dengan orang lain.
Cacar monyet ini sama dengan virus corona Covid-19, yang dikenal sebagai virus zoonosis, yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia.
Tapi, Dr Amr Bayoumy, ahli virologi di Universitas Coventry, cacar monyet secara genetik mirip dengan cacar, tetapi tidak terlalu parah.
Cacar monyet adalah endemik di beberapa bagian Afrika, yang berarti selalu konsisten. Ada dua jenis virus, satu yang berasal dari Afrika Barat dan kemungkinan besar menjadi penyebab wabah global dan satu lagi dari Kongo, yang lebih mematikan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Muncul Temuan Virus Cacar Monyet dalam Cairan Sperma, WHO Dalami Dugaan Penularan Secara Seksual
-
Virus Cacar Monyet Ditemukan dalam Cairan Sperma, Apakah Bisa Ditularkan Secara Seksual?
-
Seluruh Pasien Cacar Monyet di Spanyol Dikabarkan Homo, Begini Faktanya
-
WHO akan Ganti Nama Cacar Monyet untuk Hindari Kemungkinan Diskriminasi
-
Studi: TIngkat Kesuburan Lelaki Dipengaruhi Oleh Berat di Masa Kecil, Mengapa?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Tak Semua Lebaran Penuh Tawa, Ini Cerita Mereka yang Rayakan Idulfitri Tanpa Orang Tua
-
Masih Jawab 'Amin'? Ini 3 Balasan Taqabbalallahu Minna wa Minkum yang Lebih Tepat
-
Dengan BritAma dan Simpedes, BRI Bantu Keluarga PMI Kelola Kiriman Dana
-
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Artinya Apa? Banyak yang Salah, Ini Makna dan Jawaban Benarnya