Sang penembak kemudian bersembunyi selama satu jam di dalam ruang kelas empat, di mana para korbannya, yang berusia 9-10 tahun, belajar. Dia kemudian tewas ditembak oleh tim taktis Patroli Perbatasan AS yang menyerbu kelas tersebut, kata Escalon.
Selang waktu yang cukup lama itu tampak ganjil karena biasanya penegak hukum berusaha melumpuhkan "penembak aktif" secepat mungkin untuk mencegah lebih banyak korban.
Ketika ditanya apakah polisi berusaha menerobos masuk lebih cepat, Escalon menjawab, "Itu pertanyaan yang sulit". Dia menambahkan bahwa otoritas akan memberikan lebih banyak informasi karena penyelidikan masih berjalan.
Dia menggambarkan adanya suasana kacau setelah baku tembak awal dengan petugas yang meminta bantuan dan mengevakuasi siswa dan staf sekolah.
Dalam sebuah video yang dibagikan di Facebook oleh seorang pria bernama Angel Ledezma, para orang tua terlihat menerobos garis polisi dan berteriak kepada petugas agar masuk ke sekolah.
"Ini sudah satu jam, dan mereka masih belum mengeluarkan semua anak," kata Ledezma dalam video itu. Dia tidak merespons pesan yang meminta komentarnya.
Video lain yang diunggah ke YouTube memperlihatkan petugas berusaha mencegah sedikitnya satu orang dewasa. Seorang wanita terdengar mengatakan, "Kenapa membiarkan anak-anak itu mati? Ada penembakan di dalam sana."
"Ada rekan kami yang masuk untuk mengambil anak-anak," seorang petugas terdengar berteriak ke arah kerumunan. "Mereka sedang berusaha."
Para penyidik masih mencari motif si penembak, kata Escalon.
Baca Juga: Kronologi Baru yang Diungkap Soal Penembakan di SD Texas: Pelaku Masuk Lewat Pintu yang Tak Dikunci
Ramos, yang berhenti sekolah saat SMA, tidak memiliki catatan kejahatan dan gangguan jiwa. Namun, beberapa menit sebelum penyerangan, dia menulis pesan online bahwa dirinya akan "menembak sebuah sekolah dasar", menurut Gubernur Greg Abbott.
Kenapa pintu belakang sekolah tidak dikunci masih diselidiki, kata Escalon.
Miguel Cerrillo, 35 tahun, dan Elena, puterinya yang berusia 8 tahun dan siswa kelas tiga di Robb, mengatakan pintu yang dilewati penembak biasanya dikunci.
"Tapi hari itu tidak dikunci karena ada Hari Penghargaan, dan beberapa orang tua masuk melalui pintu itu," kata Elena, yang berada di sekolah saat kejadian.
"Tempat parkir penuh di depan, jadi orang-orang parkir di belakang dan masuk lewat pintu itu," katanya.
Sedikitnya 17 orang, termasuk anak-anak, juga terluka dalam insiden itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai
-
'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati
-
Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober
-
3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
-
Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi