SuaraLampung.id - Di tengah lesunya industri perbukuan, Penerbit Pensil Bersejarah tetap bertahan dengan menerbitkan buku-buku karya penulis lokal Lampung.
Ini terlihat dari rencana Penerbit Pensil Bersejarah menerbitkan buku berjudul 85 Tahun Kota Metro: Kenangan, Harapan dan Gagasan.
Buku yang ditulis puluhan penulis dari Kota Metro ini dibuat sebagai kado HUT ke-85 Kota Metro.
“Buku ini sendiri merupakan kerja bersama para penulis dari berbagai latar belakang dan kami selaku penerbit lokal sebagai upaya melakukan hal yang berbeda untuk memperingati hari jadi Kota Metro sekaligus meningkatkan budaya literasi”kata Adi Setiawan, pengelola Penerbitan Pensil Bersejarah.
Adi mengakui dewasa ini, industri perbukuan sedang sakit berat akibat pandemi Covid-19.
“Data IKAPI menyebut penjualan mayoritas penerbit (58,2 persen) anjlok lebih dari 50 persen. Sebanyak 29,6 persen penerbit lainnya mengalami penurunan 31-50 persen,”ungkap sarjana alumni UM Metro tersebut.
Dihubungi terpisah, Ketua IKAPI Lampung Ikhsan mengatakan bahwa dunia perbukuan sebagai sokoguru literasi baca-tulis saat ini masih diperlakukan sebagai industri komoditas belaka. Meski penerbitan menjadi salah subsektor industri kreatif namun saat ini belum tampak menjadi subsektor unggulan.
“Hingga sekarang, masih banyak orang tidak dapat membedakan penerbit buku dengan percetakan buku, tak paham ada proses kreatif, kekayaan intelektual, dan cita-cita kecerdasan bangsa di dalamnya,”ungkap pemilik Aura Publishing tersebut.
Menurut Ikhsan penerbitan sendiri didalamnya tak hanya soal penulis dan percetakan, ada editor, desain grafis hingga layouter didalamnya sehingga membuka lapangan kerja.
Baca Juga: Selain Membaca Buku, Ini 4 Cara Menjadi Pribadi yang Memiliki Wawasan Luas
Meski demikian Adi dan Pensil Bersejarah terus berusaha menyalakan semangat di tengah berbagai keterbatasan.
Lewat program Satu Bulan Satu Buku Baru Pensil Bersejarah berusaha konsisten namun tetap realistis menjaga semanggat. Sejak kehadirannya di akhir tahun 2021 setidaknya telah sembilan judul buku telah diterbitkan dan hampir semuanya bertema sejarah.
“Tema sejarah menjadi pilihan brand yang membedakan dengan penerbitan lainnya yang telah ada, terlebih kami adalah penerbit kecil,” ungkap Guru Sejarah tersebut.
Adi juga berharap penyusunan kurikulum lokal yang tengah digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro kelak akan memberi dampak pada tumbuhnya penulis dan penerbitan buku-buku sejarah, khususnya sejarah lokal.
Meski hal tersebut diakuinya tidaklah mudah karena apresiasi terhadap buku di Kota Metro yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai Kota Literasi masih cukup rendah.
“Ya tentu kita berharap lewat digagasnya kurikulum sejarah lokal harapannya hal tersebut bisa berdampak pada tumbuhnya para penulis dan perkembangan penerbitan buku dan ekonomi kreatif itu sendiri,”harapnya.
Berita Terkait
-
Selain Membaca Buku, Ini 4 Cara Menjadi Pribadi yang Memiliki Wawasan Luas
-
Heboh Maling Rusak Sanggar Belajar Anak di Tembung, Buku-buku Belajar Raib Dicuri
-
Ulasan Buku Catatan dari Balik Penjara: Kesedihan Pram Membuat Kuat Menulis
-
Polda Metro Jaya Selidiki Penyebab Kecelakaan Beruntun Tewaskan 2 Orang di Pancoran
-
Gagal Nyalip, Pemotor di Tangerang Tewas Terlindas Truk
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Ritual Menginjak Kepala Kerbau Jadi Sorotan, Ini Makna Prosesi Adat yang Dijalani Jokowi di Lampung
-
Dipinang 5 Kerajaan Lampung, Jokowi Resmi Bergelar Baginda Pemuka Bangsa
-
Jangan Ada Dusta! Kejujuran Warga Jadi Penentu Nasib Ekonomi Indonesia di 2026
-
ART di Pringsewu Kuras Emas dan ATM Majikan Rp46 Juta
-
Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa