SuaraLampung.id - Secara terus terang, Dul Jaelani mengakui tidak bisa melepaskan dirinya dari bayang-bayang kedua orang tuanya yang merupakan musisi besar tanah air.
Biar begitu, Dul Jaelani tidak mau menjadikan hal itu sebagai beban. Ia melihat hal itu dari sisi positifnya saja.
"Saya rasa itu perspektif saja. Akan jadi beban kalau dipikirin. Kalau overthinking ya jadi beban. Tapi kalau lihat sisi positifnya ya beda. Gimana kita bawanya ke mana saja," kata Dul kepada ANTARA, Senin (16/5/2022).
"Dulu saya pernah ngomong ingin lepas dari bayang-bayang orang tua. Tapi kalau saya pikir lagi sekarang, ya nggak mungkin. Kenapa? Saya cuci piring di rumah bunda, saya ngapa-ngapain di rumah bunda. Jadi setelah saya jalani nggak mungkin lah," sambungnya.
Akan tetapi, Dul menambahkan adanya hal lain yang masih dia pertahankan dari pernyataannya itu. Kini, Dul mengaku sudah mandiri dalam berkarir. Dia mengatakan bahwa dia sama sekali tak meminta bantuan ke orang tuanya dalam berkarir.
"Tapi satu yang masih bertahan dari hari itu saya ngomong itu. Saya Alhamdulillah sekarang sudah berdikari sendiri. Semuanya saya urus bareng sama teman-teman. Semuanya mandiri. Saya tidak seperti mereka yang istilahnya menempel di ketiak orang tuanya," ujar Dul.
"Saya nggak minta 'Ayah bikinin lagu dong'. Saya nggak gitu. Saya berdikari sendiri, saya ngeband sendiri, manajemen sendiri. Masalah orang mau nyama-nyamain, terserah. Saya nggak pernah mikirin," lanjutnya.
Hal tersebut pun rupanya juga dibenarkan oleh sang bunda Maia Estianty. Sebagai ibu, Maia mengakui bahwa Dul merupakan sosok anak yang mandiri. Dia pun bangga karena Dul mampu menghasilkan karya tanpa meminta uang dari orang tuanya.
"Yang bikin aku bangga, Dul ini sama sekali nggak minta uang orang tua. Benar-benar mandiri. Rekaman sendiri, bikin video klip sendiri. Dia menghasilkan karya dari kemarin-kemarin tuh pakai uang sendiri," ungkap Maia.
Baca Juga: Dul Jaelani Ungkap Peran Penting Tissa Biani di Band Barunya
Selain itu, Maia pun mengaku sangat mendukung impian anak-anaknya. Maia pun tidak memiliki pesan khusus dan membebaskan anak-anaknya dalam berkarir dan berkarya.
"Aku bebasin saja. Kan dia belum ada kewajiban mencari nafkah. Jadi happy-happy saja. Aku sama sekali nggak ikut campur. Dari awal di muncul juga benar-benar mau dia mandiri jadi musisi," jelas Maia.
"Kalau dia disupport orang tua, itu namanya masih ikut bayang-bayang orang tua. Jadi dia benar-benar pure sendiri. Dia aransemen sendiri, ngarang lagu sendiri dengan teman-temannya. Jadi itu hasil murni karya dia sendiri," sambungnya.
Kendati demikian, Maia berharap setelah puas dengan idealismenya Dul dapat memikirkan untuk membuat musik yang komersil.
"Kebetulan Dul tuh idealis banget. Dia benar-benar nggak peduli komersil apa nggak, yang penting dia bisa menyampaikan idealisme dia. Mudah-mudahan habis ini setelah dia bergembira ria dengan idealismenya, nanti dia memikirkan komersialitas," pungkas Maia. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Lampu Kuning Program MBG! Baru Separuh SPPG di Bandar Lampung yang Terjamin Higienis
-
Way Kanan Menuju Pusat Agro: Menakar Ambisi Hilirisasi Rp150 Triliun di Bumi Lampung
-
Sisi Gelap Penjaga Kafe di Bandar Lampung: Nyabu Dulu Sebelum Maling Kabel PLN di Siang Bolong
-
Kicauan Kebebasan di Tahura Wan Abdul Rachman: 942 Ekor Burung Kembali ke Habitatnya
-
Panggilan ke Baitullah Dimulai! Kloter Pertama Haji Lampung Masuk Asrama 25 April 2026