SuaraLampung.id - Dua jurnalis Meksiko tewas di negara bagian timur Veracruz pada Senin (9/5/2022), kata kantor jaksa agung setempat.
Kasus ini menambah jumlah korban tewas dalam salah satu tahun paling mematikan bagi awak media di negara tersebut.
Yessenia Mollinedo dan Sheila Garcia tewas di daerah Cosoleacaque, tulis kantor kejaksaan di Twitter.
Media setempat memberitakan bahwa kelompok tak dikenal menembaki keduanya saat mereka berada di dalam mobil.
Kekerasan terhadap pekerja media meningkat selama pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, menurut laporan pada April yang dipublikasi oleh kelompok advokasi kebebasan berekspresi, Article 19.
Pembunuhan terbaru itu terjadi empat hari setelah jurnalis veteran Luis Enrique Ramirez ditemukan tak bernyawa di sisi jalan raya di negara bagian utara Sinaloa.
Menurut data Article 19, sebelum kematian Ramirez, sebanyak delapan jurnalis tewas di Meksiko sepanjang tahun ini. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
BRI InFrame 2026 Soroti UMKM, Inklusi Keuangan Hingga Ekonomi Pesisir
-
Deteksi Dini Lebih Nyaman, BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up
-
Pestapora 2026 di JIEXPO: Info Tiket & Promo Kartu Kredit BRI
-
Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang
-
Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah