SuaraLampung.id - Aparat kepolisian mengungkap kasus pembobolan mesin ATM BCA dan minimarket Alfamart di Karang Sari, Jati Agung, Lampung Selatan.
Polisi menangkap empat tersangka yang terlibat pembobolan mesin ATM dan minimarket Alfamart. Empat tersangka ini ternyata masih memiliki ikatan keluarga dan salah satunya masih berstatus pelajar.
Empat tersangka masing-masing inisial Den (17), warga Fajar Baru, Jati Agung. Kemudian dua pelaku lainnya yang ditangkap, berinisial Sup (40) warga Tanjung Senang Bandar Lampung, dan SP (51) warga Fajar Baru.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengatakan, para tersangka punya peranan berbeda-beda saat menjalankan aksinya.
"Mereka termasuk residivis, sehingga tiap beraksi mereka sudah berpengalaman. Dalam aksinya, mereka mulai merencanakan secara matang, sampai DFR CCTV pun mereka ambil dan buang," kata AKBP Edwin saat ekspos di Mapolres Lampung Selatan, Selasa (15/3/2022) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Mereka melakukan pencurian tersebut, karena alasan tuntutan ekonomi.
Peristiwa pembobolan ini terjadi pada Senin (7/3/2022) malam, mereka masuk ke minimarket, lewat samping kontrakan toko, lalu menjebol dinding minimarket.
"Ada pun peran mereka ini, tersangka Sup otak kejahatan yang membongkar minimarket dan ATM. Kemudian menyuruh rekannya AD (masih buron), menyiapkan mobil, mengelas ATM, membuang rekaman CCTV, hingga menjual rokok hasil curian," ujar Edwin.
Untuk tersangka Den, berperan menyiapkan alat-alat untuk membobol minimarket, mengelas ATM, hingga mengirimkan barang-barang hasil curian. Sementara untuk peranan Sop ini, menerima barang hasil curian secara estafet.
Baca Juga: Mahasiswi yang Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Bintang Dibunuh Teman Prianya
Sementara dari keterangan Sup, ia mendapatkan hasil Rp5 juta dari hasil membobol ATM BCA. Sedangkan untuk mencuri di minimarket, pelaku Sup ini dapat bagian Rp1 juta dari hasil jualan rokok curian.
"Perampokan ini ide tersangka AD, kini berada di Bangka. Saat kami beraksi ngebor tembok, tetangga pada terusik, tapi tidak curiga, karena kami beralasan membuat rak warung," kata Sup.
Akibat perampokan ini, pihak Bank BCA merugi hingga Rp511,2 juta, sedangkan pihak minimarket merugi hingga Rp163,5 jutaan. Dari hasil penangkapan, diamankan barang bukti berupa alat bor, alat pengelasan, linggis, dan alat pembobol tembok lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
-
Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi