SuaraLampung.id - Pemerintah Kota Metro menjamin ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani karena sudah memiliki jaringan gas medis.
Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin menjelaskan, jaringan gas medis ini dibuat untuk memenuhi pasokan oksigen bagi pasien di RSUD Jenderal Ahmad Yani.
"Pemerintah terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Kita telah bekerja sama dengan industri-industri dalam negeri, untuk mengamankan pasokan oksigen medis yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga kebutuhan oksigen kita bisa terpenuhi untuk masyarakat," jelas Wahdi usai meninjau jaringan gas medis tersebut, Jumat (18/2/2022).
Ia mengatakan adanya tabung sentral oksigen ini, juga merupakan hasil evaluasi dari peristiwa saat RSUD Jenderal Ahmad Yani sempat mengalami kekurangan oksigen saat pasien COVID-19 membludak.
"Hal ini adalah proses pembelajaran kita, dahulu pada saat genting kita membutuhkan oksigen, namun ketersediaan oksigen sangat terbatas pada waktu itu, maka langkah ini kita tempuh untuk solusi sebagai antisipasi agar kita tidak kekurangan oksigen,” ucapnya.
Wahdi menuturkan, tabung sentral oksigen dengan kapasitas lima ton atau 5.000 liter itu setara dengan 1.500 tabung oksigen dan apabila dalam kondisi pemakaian normal maka jumlah itu akan mampu bertahan selama satu bulan ke depan.
"Kalau normal seperti saat ini kebutuhan oksigen kita per hari itu 50 tabung, satu tank itu bisa untuk satu bulan,” paparnya.
Kemudian, imbuhnya, dengan adanya liquid itu, tentu akan lebih ada penghematan anggaran, karena sudah diatur secara teknis sehingga oksigen tidak terbuang begitu saja. Misalnya oksigen yang tersisa di tabung oksigen yang sudah digunakan.
Ia menjelaskan, RSUD Jenderal Ahmad Yani membutuhkan hal tersebut mengingat rumah sakit itu merupakan yang terbesar di Bumi Sai Wawai dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan dari daerah lain di Provinsi Lampung.
Baca Juga: Diduga Depresi, Anggota Polisi Briptu MSH Lompat dari Angkot yang Sedang Melaju di Matraman
“Tentunya ini akan menjadi rujukan, top rujukan di antara sekian banyak rumah sakit di regional 2 yang ada di Provinsi Lampung. Jadi, kasus-kasus yang tidak bisa tertangani di rumah sakit tipe C dan D, masuknya di sini ini salah satunya,” paparnya.
Direktur RSUD A Yani Metro, Fitri Agustina menuturkan, tabung sentral tersebut langsung tersambung pada jaringan pipa ke kamar-kamar pasien. Dari mutu dan kualitas sarana dan prasarananya, tabung sentral ini lebih efektif dibanding tabung oksigen yang biasa.
"Untuk kualitasnya juga lebih bagus, pada intinya dari segi mutu sarana prasarana lebih bagus oksigen sentral," paparnya.
Ia menambahkan, dengan adanya tank liquid sentral ini ditambah oksigen kemasan dalam tabung kecil di rumah sakit sebanyak 350 tabung, ketersediaan oksigen Kota Metro tercukupi.
"Artinya di kondisi pademi COVID-19 ini mudah-mudahan ketersediaan oksigen di RSUD Jenderal A Yani Metro aman," tandasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong