SuaraLampung.id - Mantan staf Bendahara BPBD Kota Bandar Lampung Krissanti divonis pidana 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (20/1/2022).
Ketua Majelis Hakim Hendro Wicaksono menyatakan terdakwa Krissanti terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi penggelapan dalam jabatannya.
"Terdakwa Krissanti terbukti secara sah dan bersalah dan terhadap terdakwa divonis tiga tahun penjara dikurangi masa tahanan dan terdakwa tetap ditahan, "kata Hendro Wicaksono, Kamis (20/01/2022).
Selain hukuman badan, terdakwa diwajibkan membayar denda Rp 150 juta subsider dua bulan penjara. Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp173 juta.
Beberapa hal yang meringankan terdakwa diantaranya terdakwa kooperatif selama proses persidangan, terdakwa tidak pernah dihukum serta terdakwa telah punya itikad baik mengembalikan kerugian negara.
Hukuman ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Krissanti dengan pidana 3,6 tahun penjara dan uang pengganti Rp173 juta.
Menanggapi putusan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa Krissanti, Nopan Sidharta menyatakan pikir-pikir tehadap putusan ketua majelis hakim.
"Kami menyatakan pikir pikir, " kata Nopan Sidharta.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Jaksa penuntut umum, menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim.
Baca Juga: Karyawati BRI Link di Rokan Hilir Ditangkap Gegara Gelapkan Rp 400 Juta
Krissanti sejak Oktober 2020 hingga Januari 2021 menggelapkan gaji pegawai BPBD Bandar Lampung. Krissanti tidak menyetorkan uang potongan gaji pegawai yang melakukan pinjaman ke beberapa bank.
Akibatnya terjadi penunggakan angsuran para pegawai BPBD Bandar Lampung di beberapa bank.
Tercatat di PT. BPR Syariah Bandar Lampung sebesar Rp10.586.363,00, PT. BPR Bank Waway/PT. BPR Bank Pasar Pemkot Bandar Lampung sebesar Rp104.267.116, PT. BPR Eka Bumi Artha Cabang Bandar Lampung sebesar Rp32.895.358, dan PT. Bank Lampung kantor cabang utama sebesar Rp184.018.516,33.
Pihak bank lalu mengirim surat tagihan melalui Krissanti namun surat tagihan itu ia simpan tanpa sepengetahuan Pelaksana Kepala BPBD Bandar Lampung.
Dari perhitungan ahli inspektorat Bandar Lampung jumlah angsuran kredit yang telah disalahgunakan oleh terdakwa sebesar Rp331.767.353,33.
Kontributor : Ahmad Amri
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas