SuaraLampung.id - Sanggar Nuwo Budayo Metro akan berpartisipasi dalam Festival Payung Indonesia yang akan digelar pada pada 3-5 Desember 2021 di Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah.
Sanggar Nuwo Budayo Metro memberangkatkan 16 pemusik dan penari pada Festival Payung Indonesia. Hari ini Kamis (2/12/2021) Sanggar Nuwo Budayo Metro menuju Solo didampingi oleh koreografer dan komposer Diantori.
Kabid Kebudayaaan Disdikbud Siti Rogayati Seprita menjelaskan Festival Payung Indonesia adalah festival tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2014 oleh Mataya Arts & Heritage.
“Tahun ini mengangkat tema "this too, shall pass" (yang inipun, akan berlalu), tema ini mengajak kita semua diajak untuk tetap optimis di tengah masa pandemi dan yakin bahwa pandemi akan berlalu,”jelasnya melalui siaran pers yang diterima Suaralampung.id, Kamis (2/12/2021).
Festival Payung Indonesia adalah festival rakyat yang melibatkan pengrajin payung tradisi, beragam komunitas kreatif, pelestari seni tradisi, seniman kontemporer, fotografer, fashion desainer, artis dan dan lain-lain.
“Kami berharap lewat penampilan kesenian dan kebudayaan akan mengharumkan nama Kota Metro di kancah nasional, dari Lampung sendiri ada dua kabupaten dan kota yakni Metro dan Lampung Utara yang akan ikut memeriahkan festival ini,” tambahnya.
Sementara itu Kasie Kesenian Ni Nyoman Wiwi Budiadnyani menambahkan bahwa Sanggar Nuwo Budayo Metro akan tampil pada hari Sabtu, 4 Desember 2021 pada Pukul 19.30.
“Pertunjukan ini rencananya akan digelar di taman seluas 9,8 hektare itu dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada 1921 untuk kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah,”jelasnya.
Wiwik menambahkan bahwa kontingen Metro sendiri berangkat pada hari Kamis (2/12/2021) menuju Solo didampingi oleh koreografer dan komposer Diantori.
Baca Juga: Warga Lampung Mulai Longgar Terapkan Prokes, Ini Pesan Epidemiolog
“Silahkan Warga Metro ikut menonton melalui media sosial baik di youtube dan instagram festivalpayungindonesia dan GibranTV,”pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Ibu Muda di Lampung Tengah Raup Ratusan Juta dari Bisnis Elektronik Bodong
-
Sopir Tangki CPO Gelapkan Muatan dengan Modus 'Kencing' di Jalan Trimurjo
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda