"Karena ada obat-obat yang harusnya diberikan kepada beliau (Bung Karno) yang dibuatkan resepnya oleh Prof Mahar Marjono, resep itu tidak ditebus. Jadi dibiarkan saja di laci di sana. Tidak dibelikan," kata Asvi.
Selain itu ditemukan sembilan bundel catatan perawat yang mencatat hari ke hari perawatan Bung Karno. Ternyata Bung Karno diberikan valium, semacam obat tidur yang sangat keras dan vitamin-vitamin.
Asvi juga meluruskan isu mengenai Bung Karno yang dirawat dokter hewan di akhir hayatnya. Menurut Asvi, Mayor Dokter Suroyo yang merawat Bung Karno adalah dokter umum bukan dokter hewan.
Pengertian dokter hewan ketika di rumah Rahmawati diberitahu sebuah hasil pemeriksaan urine. Urine Bung Karno diperiksa di Kedokteran Hewan di IPB.
"Jadi orang mengasumsikan apa sama urine manusia dengan urine hewan. Jadi itu orang menduga dokter Suroyo dokter hewan," kata Asvi.
Seharusnya yang bertanggung jawab terhadap kesehatan Bung Karno kata Asvi adalah dokter kepresidenan namun ini hanya dokter umum.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Perkuat Budaya Integritas, BRI Optimalkan Whistleblowing System dan Anti-Fraud
-
Aksi Kilat Tekab 308 Temukan Mobil Paket yang Dicuri di Lampung Tengah
-
Fasilitas Mewah Harga Kaki Lima! KA Rajabasa Kini Pakai Kursi Premium, Tarif Tetap Rp32 Ribu
-
Geser CCTV Pakai Bambu, Trik Licik Bartender di Bandar Lampung Gasak Harta Teman Kerja
-
Nasib 11 Aset Gantung Bandar Lampung: Bukan Milik Pribadi, Target Tuntas Akhir 2026