Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Kamis, 26 Agustus 2021 | 12:40 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Mengenal booster vaksin skretom yang dipakai Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. [pixabay]

SuaraLampung.id - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengaku menggunakan booster vaksin skretom

Pengakuan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan booster vaksin skretom terungkap saat berbincang dengan  Presiden Joko Widodo, dalam kunjungan kerja di Kalimantan Timur.

Lalu apa itu booster vaksin skretom?

"Yang dimaksud scretome booster ini adalah Mesenchymal Scretome Stem Cell (MSC) dari sel punca dari tali pusat manusia sebagai booster vaksinasi Sinovac," kata dokter pribadi Panglima TNI, Kolonel Kes dr Mukti Arja Berlian SpPD, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (26/8/2021) dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Dipakai Panglima TNI, Ini Manfaat Booster Sel Punca Bagi Pasien Covid-19

Kepala RSAU dr Esnawan Antariksa di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ini mengatakan, sel punca alias stem cell merupakan induk dari semua sel yang ada di tubuh manusia.

"Stem cell atau sel punca adalah sel Induk yang menjadi jejak utama DNA. Sel ini mampu berdeferensiasi menjadi lebih dari 200 sel lain dalam tubuh dengan spesifik," katanya.

Menurut Berlian, semua sel di dalam tubuh akan mengalami mati setelah bekerja menyelesaikan tugasnya.

Untuk menggantikan sel yang mati ini, kata dia, maka sel punca akan membelah diri untuk menghasilkan sel baru demi meneruskan tugas sel yang sudah mati tersebut.

"Sel punca memiliki tugas untuk memperbaiki jaringan yang terluka atau menggantikan sel lain pada saat mereka mengalami kematian rutin. Dalam melakukan tugasnya sel punca melepas berbagai molekul anti radang, molekul imunomodulator, dan molekul regenerasi, yang dalam bentuk sekretom sel punca," katanya.

Baca Juga: Bukan Vaksin Dosis Ketiga, Panglima TNI Terima Scretome Booster Stem Cell, Apa Itu?

Ia menyebut ada enam manfaat sekretom sel punca terhadap pasien Covid-19, yakni menghentikan badai sitokin, mencegah fibrosis paru-paru, memperbaiki disfungsi paru-paru, memperbaiki lingkungan mikro paru-paru, melindungi sel epitel alveolar paru-paru; dan meningkatkan fungsi paru-paru.

Load More