SuaraLampung.id - Penulis terkenal Dewi Lestari atau Dee membagikan tips bagi penulis pemula.
Penulis pemula biasanya kesulitan ketika ingin memulai sebuah tulisan. Dee Lestari membagikan tips yang bermanfaat bagi anda penulis pemula.
Dee Lestari, membagikan tips menulis bagi penulis pemula di acara Mulai Menulis ala Dee Lestari, Jumat (13/8/2021). Apa saja? Berikut daftarnya-
1. Rencanakan dan petakan ide
Sebuah kesalahan penulis pemula adalah, merasa bahwa menulis itu gampang dan spontan. Padahal, Dewi Lestari mengungkapkan, menulis perlu direncanakan dan perlu memetakan ide.
"Tidak semua ide mengalir dengan lancar. Apalagi kalau kamu mau menulis panjang. Saya biasa bikin dulu draft sama poin-poinnya, dan itu saya rencanakan,” ungkapnya.
2. Memiliki pembuka tulisan yang kuat
Bagi penulis pemula, yang harus dilakukan saat menulis adalah membuat kalimat pembuka yang kuat. Dengan kalimat pembuka, lanjut Dewi Lestari, ini menjadi kunci yang sangat penting dalam menulis.
"Kalau kamu bikin konten, sama juga dan jangan terlalu banyak kata-kata. Kalau ada satu inti yang mau dibicarakan, letakkan di depan," lanjut Dee yang sudah merilis buku terbarunya, Rapijali.
3. Tunjukkan emosi
Saat mulai menulis, coba tunjukkan sisi emosi. Jika ingin menulis cerita fiksi misalnya, supaya tulisan lebih hidup, harus berusaha mengungkap deksripsi yang ingin disampaikan.
"Otomatis kita dipaksa untuk menulis deksripsi, tapi kalau bukan fiksi ya sama juga. Kenapa kita tertarik sama tulisan? Karena ada sesuatu yang dimainkan di hati kita, salah satunya emosi," ungkapnya.
Baca Juga: 4 Aplikasi Pengubah Suara Jadi Teks, Bantu Kamu Cepat Mencatat Informasi
4. Bingkai dalam adegan
Jika ingin menulis karya fiksi, membuat adegan sangatlah penting. Tidak hanya fiksi saja yang harus dibuat adegan, tulisan non-fiksi bagi Dee juga sama. "Tidak hanya keterangan, tapi ada sensasi panca indera, timeline, jadi nggak melulu kronologi kering aja," lanjut Dee.
5. Variasi kalimat
Dalam menulis perlu membuat variasi kalimat. Mulai dari kalimat panjang, pendek, induktif, dan deduktif. Jika variasi kalimat tersebut ditulis, menurut Dee hal itu dapat menjadi seperti kumpulan ritme. "Jadi seperti kumpulan ritme dan irama, jadi menurut saya variasi kalimat penting banget," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Berburu Mobil Impian di BRI KKB Expo 2026, Digelar di 131 Cabang
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Serba Hemat di Bulan Kemerdekaan, Cek Promo BRI
-
Jalur Kalirejo-Pringsewu Bakal Mulus Oktober Ini, Beton 31 Cm Siap Hadapi Truk Raksasa