Karena tahu sang ayah tidak setuju, Luhut meminta pamannya menandatangani surat persetujuan orang tua.
Sampai akhirnya sang ayah tahu Luhut menjalani pendidikan di Akmil. Sang ayah tak bisa lagi menolak.
"Setelah dia tahu, kau jadi tentara yang benar lah," ujar Luhut.
Saat itu Luhut adalah lulusan terbaik Akmil. Di masa tugas sebagai tentara, Luhut banyak menghabiskan kariernya di Korps Baret Merah Kopassus.
Luhut termasuk perwira cemerlang. Luhut adalah instruktur menembak, instruktur perang hutan dan lain sebagainya.
Namun segudang keahlian dan prestasi yang ia miliki ternyata tidak membuat kariernya cemerlang.
Sebagai perwira baret merah berpretasi, Luhut tidak pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus.
Jabatan komandan teritorial yang pernah ia raih pun hanya Danrem Madiun. Ia tak pernah menjadi Pangdam dan jabatan strategis lainnya. Apalagi menjadi Panglima TNI.
"Apakah anda kecewa dengan perjalanan karier anda di ketentaraan?" tanya Andy F Noya.
Baca Juga: Komandan Lanud Beberkan Nama TNI yang Injak Kepala Warga Papua, Serda Dimas dan Prada Vian
"Yah ndi, kalo mau flasback, lihat ya, kadang-kadang saya juga, ya pastilah bohonglah kalo saya bilang ndak ada kecewa saya," jawab Luhut.
Luhut merasa ia memiliki segudang kemampuan sebagai seorang tentara.
"Jadi saya pikir dari segi keprofesionalan tentara ga ada alasan saya ga mencapai puncak karier saya sebagai seorang perwira di TNI. Saya pikir ya itulah kehidupan itu," tutur Luhut.
Di masa itu, Luhut mengaku pernah 'dilempar' sana sini tak ada kejelasan dalam karier militernya.
Hal ini membuat Luhut frustasi hingga pernah terbersit di pikirannya untuk mundur jadi tentara.
"Saya pernah waktu kolonel itu mau berhenti. Saya bilang sama istri saya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bayi 3 Bulan Tergolek di ICU RS Kotabumi Usai Disiksa Ayah Kandung: Dipukuli hingga Digigit
-
El Nino Mengganas: BPBD Bandar Lampung Siaga 24 Jam Gempur Krisis Air di 5 Kecamatan
-
Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO, BRI Group Raih Enam Penghargaan Global
-
Dukung Bisnis yang Makin Dinamis, BRI Hadirkan Qlola New Skin
-
Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan