SuaraLampung.id - Sebanyak 301.071 warga Kota Bandar Lampung telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.
Jumlah warga Bandar Lampung penerima vaksin COVID-19 itu baik dosis pertama maupun dosis lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan capaian vaksinasi baik dosis pertama dan lengkap yang diberikan kepada masyarakat di kota ini sudah cukup baik dengan angka keseluruhan mencapai 301.071.
"Kalau sasaran penerima vaksinasi COVID-19 di Kota Bandar Lampung sebanyak 770.000 orang atau 70 persen dari penduduk kota ini," kata dia, Sabtu (10/7/2021) dilansir dari ANTARA.
"Dari 301.071 penerima vaksinasi itu, yang sudah menerima dosis pertama sebanyak 193.618 orang dan yang telah divaksinasi lengkap 107.453 orang," katanya.
Ia menyebutkan dari jumlah penerima vaksinasi tahap pertama maupun kedua itu adalah tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik masyarakat umum dan rentan serta remaja.
Ia merincikan tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan suntikan dosis pertama sebanyak 12.033 orang dan dosis kedua (lengkap) 9.644 orang, kemudian lansia yang sudah disuntik vaksin COVID-19 dosis pertama di kota ini 25.892 orang dan dosis kedua 21.259 orang.
Sedangkan petugas publik yang sudah disuntik vaksin dosis pertama berjumlah 110.753 orang dan dosis kedua 69.110 orang, lalu vaksinasi untuk masyarakat umum yang sudah disuntikan vaksin dosis pertama 44.912 orang dan dosis kedua 7.440 prang.
"Terakhir vaksinasi bagi remaja di kota ini baru 28 orang yang mendapatkan vaksin dosis pertama," kata dia.
Baca Juga: Ojol dan Taksi Online Masuk Jakarta Harus Bawa STRP
Pemerintah pusat menetapkan Bandar Lampung menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Penerapan PPKM Darurat tersebut berdasarkan empat parameter, salah satunya capaian vaksinasi kurang dari 50 persen dimana dalam data pemerintah pusat cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama untuk Kota Bandar Lampung baru 21,68 persen per Kamis (8/7/2021).
Tiga parameter lainnya untuk menerapkan PPKM Darurat yakni level asesmen mencapai angka 4, keterisian tempat tidur COVID-19 melebihi 65 persen dan kasus aktif terjadi peningkatan dalam satu pekan terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Akal Bulus Sindikat Narkoba: Gunakan Ambulans untuk Selundupkan Sabu Rp22 Miliar di Bakauheni
-
BRI Bagikan Dividen Tunai Rp52,1 Triliun, Perkuat Kinerja untuk Nilai Tambah Berkelanjutan
-
Perkuat Layanan Inklusif, Pegadaian Resmikan Cabang Internasional di Timor Leste
-
Dendam di Balik Aib yang Terbongkar: Pria di Lampung Tengah Tikam Mantan Istri karena Sakit Hati
-
Kelancaran Haji 2026 Didukung BRI, Distribusi Living Cost SAR Menjangkau 152,49 Juta