SuaraLampung.id - Umat Islam sebentar lagi merayakan Hari Raya Kurban atau Hari Raya Idul Adha.
Di Hari Raya Kurban, umat Islam disunahkan berkurban dengan menyembelih hewan kurban.
Ada pertanyaan bisakah ibadah kurban dibarengi dengan akikah?
Pertanyaan ini muncul karena ibadah kurban dan akikah sama-sama menyembelih hewan seperti kambing.
Baca Juga: Harga Hewan di Sleman Merangkak Naik, Baru Boleh Potong Kurban 21 Juli
Ustaz Adi Hidayat menjawab pertanyaan mengenai hukumnya ibadah kurban dibarengi akikah.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, ada beberapa ulama yang membolehkan ibadah kurban diniati juga untuk akikah.
Ulama dari mahzab Hanafi, Hambali ada juga pendapat dari Imam Hasan Al Bashri dan Ibnu Sirrin yang membolehkan menyatukan dua ibadah yaitu kurban dan akikah.
Boleh juga kata Ustaz Adi Hidayat, berkurban dibarengi dengan niat sedekah.
Ada juga pendapat dari kalangan ulama Malikiyah, Syafiiyah. Salah satunya adalah pendapat dari Ibnu Hajar Al Haitami.
Baca Juga: Imbas PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban Sepi Pembeli
Ibnu Hajar Al Haitami, kata Ustaz Adi Hidayat menguraikan esensi dari ibadah kurban dan akikah.
Akikah adalah ibadah yang ditunaikan untuk bisa agar dengan ibadah itu menjadi pengarah kepada anak dengan izin Allah supaya tumbuh lebih baik di masa depan.
Secara spesifik, kata Ustaz Adi Hidayat, ibadah akikah ditujukan kepada anak.
Sementara ibadah kurban, lanjut dia, tidak spesifik ditujukan kepada anak tapi lebih ditujukan kepada jiwa yang bersifat umum.
"Bahkan ibadah kurban bisa dilakukan untuk yang sudah wafat," kata dia.
Karena sifatnya berbeda, maka para ulama dari Malikiyah dan Syafiiyah memisahkan ibadah kurban dengan akikah.
"Mana yang didahulukan, akikah atau kurban? Dalam konteks ini jika waktunya bersamaan, anak lahir ada rizki yang dititipkan Allah kepada kita, maka dahulukan akikah," jelas Adi Hidayat.
Sementara ibadah kurban, waktunya masih panjang dimana setiap tahun masih bisa ditunaikan. Bahkan jika telah wafat pun masih bisa ditunaikan.
"Jadi dahulukan akikah kalau momentumnya bersamaan, kalau momentumnya sudah lewat, dahulukan kurban," tutur Usta Adi Hidayat.
Berita Terkait
-
9 Momen Akikah Baby Nael Anak Nikita Willy, Hangat Bersama Keluarga
-
Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari yang Disebut Geni Faruk Seperti Setahun Berpuasa, Benarkah?
-
Disinggung di Permintaan Maaf Orang Tua Arra, Benarkah Adab Harus Didahulukan Sebelum Ilmu?
-
Ceramah di Depan Pemerintah, Ustaz Adi Hidayat Sentil Menkeu sampai Presiden
-
Keistimewaan 10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni