SuaraLampung.id - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan surat edaran mengenai aturan penyelenggaraan ibadah di Hari Raya Idul Adha 1442 hijriah.
Aturan penyelenggaraan ibadah di Hari Raya Idul Adha ini dikeluarkan di tengah makin tingginya angka kasus COVID-19 di Indonesia.
Demi menyukseskan hal itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Coumas sowan ke sejumlah kiai di pulau Jawa sembari menyosialisasikan surat edaran aturan penyelenggaraan Idul Adha dan kurban sebagai bentuk ikhtiar memutus rantai penularan COVID-19.
"Memulai perjalanan Rabu, berburu berkah saya mulai menyusuri luasnya pulau Jawa, bertemu banyak kiai dan tokoh, menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo, sekaligus mensosialisasikan (SE Idul Adha dan kurban)," ujar Menag dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (29/6/2021) dilansir dari ANTARA.
Surat edaran itu memuat sejumlah instruksi seperti larangan kegiatan takbir keliling, Shalat Idul Adha berjamaah di lapangan terbuka atau di masjid/mushalla pada daerah zona merah dan oranye ditiadakan.
Untuk daerah di luar zona merah dan oranye, Shalat Idul Adha dapat dilaksanakan di lapangan terbuka atau masjid serta mushalla berdasarkan penetapan dari pemerintah daerah atau satuan tugas penanganan COVID-19 dengan protokol kesehatan yang ketat.
Perjalanan Menag diawali dengan sowan ke sejumlah pesantren di Cirebon bertemu pengasuh Kempek Cirebon yang juga Rais Syuriah PBNU KH Muhammad Musthofa Aqie.
Di Cirebon juga ia berkunjung ke pesantren Babakan Ciwaringin dan bertemu sesepuh Buntet Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Adib Rofi'uddin Izza. Di Jawa Barat, silaturahim ditutup dengan sowan ke Habib Thohir bin Yahya di Semplo, Palimanan.
Dari Cirebon, Menag melanjutkan silaturahimnya ke sejumlah kiai di Jawa Tengah. Menag mengawali perjalannya ke Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog Brebes. Menag diterima oleh pengasuh pesantren KH Labib Shodiq Suhaimi.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Sembako di OKU Masih Stabil
Perjalanan dari pesantren ke pesantren itu di akhiri dengan kunjungan ke Pesantren Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo, Jawa Timur, yang diasuh KH Agoes Ali Masyhuri.
"Perjalanan ini bagian ikhtiar Kemenag agar penyelenggaraan Idul Adha dan penyembelihan kurban di tengah pandemi bisa berjalan dengan baik. Masyarakat terlindungi dari potensi penyebaran COVID-19," kata Yaqut.
Yaqut mengatakan pemerintah terus berupaya dalam menangani pandemi, baik melalui mekanisme penanganan medis, vaksinasi, maupun upaya preventif-kuratif lainnya.
Sebagai bentuk tawakal kepada Allah, kata dia, upaya-upaya tersebut harus diperkuat dengan ikhtiar batin dengan doa dari para kiai dan seluruh masyarakat Indonesia agar pandemi segera terkendali.
"Doa adalah bagian terbaik sebuah ikhtiar. Semoga Tuhan menyelamatkan kita semua, menjaga negeri ini dan segera mencabut ujian pandemi ini," ujar dia. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir
-
Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar