SuaraLampung.id - Viral di media sosial tentang nasi sedekah yang dibuang begitu saja oleh pemulung. Hal ini dibagikan akun Facebook Indah Kusuma Dewi.
Indah membagikan tangkapan layar pesan WhatsApp, yang memperlihatkan beberapa kotak berisi makanan terbuang begitu saja.
Dalam pesan tersebut tertulis, jika sebaiknya, para donatur tak lagi memberi sedekah makanan pada para pemulung yang mereka temui di pinggir jalan.
Pasalnya, para pemulung tersebut ternyata menampung kotak-kotak makanan yang mereka dapatkan dari beberapa orang dan hanya mengambil lauk yang mereka inginkan saja, lalu membuang sisanya begitu saja.
"Bismillah, mohon sekiranya para donatur tidak memberikan makanan pada pemulung yang biasa berada di pinggir jalan apalagi pada hari Jumat dikarenakan mereka menampung makanan di karung atau gerobak mereka. Tanpa kita ketahui mereka sudah dapat makanan atau belum," tulis pesan tersebut.
Ditambahkan, jika ingin memberikan makanan, sebaiknya tanya terlebih dahulu, apakah makanannya akan dimakan atau tidak. Atau apakah mereka sudah makan atau belum.
"Karena kasihan makanan seperti ini dibuang begitu saja. Dipilih ayamnya, kemudian nasi dan lauk lainnya dibuang percuma saja sangat mubadzir," tulis pesan tersebut.
Dalam unggahan itu, si pemilik akun juga pernah memiliki pengalaman yang hampir serupa. Di mana, saat ia akan memberikan bantuan makanan pada seseorang, orang tersebut bertanya apa lauk yang akan diberikan.
"Kejadian ini nyata di sekitar kita ya. Bukan karena profesi. Ada oknum tukang ojek, pemulung, pengamen, dan lainnya yang kadang nakal, dan tidak jujur. Fyi, santri aye aje sampe diingatkan suruh ganti 700 butir tiap dia buang nasi yang masih layak dimakan," tulis dia.
Baca Juga: Terpopuler: Pemulung Buang Nasi Sedekah, Harga Seserahan Atta Halilintar
Kejadian ini, lanjut si pemilik akun bisa menjadi pengingat bagi para pemberi dan penerima sedekah, agar dapat berbagi dengan tepat sasaran.
Unggahan ini pun mendapatkan perhatian dari warganet, baik di Facebook dan Twitter hingga telah dibagikan dan dilikes ribuan kali.
"Sombong banget buang-buang nasi gitu. Setidaknya bawa pulang bisa di goreng. Rakus miskin tapi buang makanan. Nauzubillah. Aku aja nasi gak pernah mau buang. Sisa nasi yang ada aku bikin nasi goreng. Pokoknya gak pernah mau buang sedikitpun makanan," tulis Lisa Petrovic.
"Lebih baik sedekah ke yamg terdekat lihat di sekeliling dulu, alurnya liat dari keluarga atau sodara-sodara dari keluarga, apa ada yang masih layak dikasih sedekah gak. Pemulung bukam berarti ga mampu, aku aja ngobrol ma pemulung tuh penghasilannya 100-150 sehari," kata @sandy_adul.
"Pemulung, pengamen, terutama yang di Jakarta emang suka pada sombong, dulu gue juga pernah ngasih nasi kotak buat sahur malah dilemparin batu. Ga pantes mereka tuh dikasihani," ungkap @haikkm.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
Terkini
-
Gak Ada Pemutihan Lagi! Pemprov Lampung Obral Diskon Pajak Kendaraan 50 Persen
-
Ground Clearance Tinggi, Mesin Turbo, Mitsubishi Destinator Exceed Siap Taklukkan Beragam Medan
-
Kronologi Pemuda Dibunuh di Saluran Irigasi Lampung Timur, Polisi Ringkus Tersangka Kedua
-
Tunawisma Ditemukan tak Bernyawa di Gunung Sari Bandar Lampung
-
Lampung Surplus US$ 332 Juta dalam Perdagangan Luar Negeri