SuaraLampung.id - Perokok disebut lebih terlindungi dari Covid-19. Benarkah anggapan ini? Melansir dari Asiaone, penelitian di awal pandemi menemukan riwayat merokok meningkatkan risiko kefatalan pasien Covid-19, seperti yang diidentifikasi oleh WHO.
Tetapi makalah lain baru-baru ini meneliti tingkat merokok bagi pasien Covid-19 di rumah sakit Prancis, yang menemukan bahwa perokok lebih terlindungi dari infeksi virus Covid-19.
Penelitian ini merupakan survei di mana para peneliti menilai paparan merokok dan dampak Covid-19 pada saat yang bersamaan.
Ada dua kelompok yang dilibatkan dalam penelitian ini, yaitu 343 pasien Covid-19 rawat inap periode 28 Februari hingga 30 Maret, dan 139 pasien rawat jalan yang berobat dari 23 Maret hingga 9 April 2020.
Para peneliti membandingkan tingkat merokok dari dua kelompok tersebut dengan tingkat populasi umum di Prancis.
Studi tersebut menemukan 4,4 persen pasien rawat inap dan 5,3 persen pasien rawat jalan merupakan perokok aktif, setelah disesuaikan dengan perbedaan usia dan jenis kelamin.
Hal ini merupakan sebagian kecil dari prevalensi yang terlihat pada populasi umum yang terjadi di Prancis, yaitu sekitar 25,4 persen dilaporkan merokok setiap hari pada tahun 2018.
Bagi yang merokok, saat ini memiliki kemungkinan lebih rendah penularan infeksi SARS-CoV-2. Penemuan bagi perokok ini ditemukan pada kasus Covid-19 baru-baru ini, yang ditinjau dari 28 penelitian terkait merokok bagi pasien Covid-19 dari berbagai negara.
Peneliti mencatat bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, measuk ke sel-sel tubuh mansuia melalui protein reseptor bernama ACE2. Peneliti mengatakan ACE2 juga menjadi tempat nikotin masuk ke tubuh.
Baca Juga: Anggota DPR RI hingga Staf Ahli Mulai Mendapat Vaksin Covid-19
Dugaan peneliti, adanya nikotin membuat virus sulit bertahan di sel, mengakibatkan membuat jumlah virus yang masuk ke organ paru-paru berkurang.
Meski begitu, peneliti menegaskan temuan ini perlu disikapi dengan kehati-hatian. Sebab, sampel pasien Covid-19 di rumah sakit tidak merepresentasikan populasi masyarakat secara utuh.
Secara keseluruhan, meski adanya hubungan antara merokok dan Covid-19 dalam sampel berbasis rumah sakit, tidak ada bukti hubungan yang terkait merokok yang dapat mencegah Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Awali Kick-Off HUT ke-131 Dengan Semangat Tumbuh Berkelanjutan
-
Sebulan Buron Usai Hajar Korban hingga Robek dan Todongkan Pisau, Petani di Belalau Diciduk Polisi
-
Pintu Didobrak Polisi, Penipu Modus Lolos Honorer Pemkot Balam Ketahuan Ngumpet di Bawah Meja
-
Geger di Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung: Cekcok Sesama Siswa Berujung Todongan Badik
-
Modus Kijang Angkut Ratusan Liter BBM Subsidi di Lampung Barat Terbongkar