- Bocah perempuan berinisial RMH tewas setelah terlindas mobil di parkiran RSUDAM Lampung pada Rabu (7/10/2026).
- Pengemudi mobil berinisial P mengira guncangan kendaraan saat kejadian tersebut terjadi akibat melindas polisi tidur.
- Korban sempat mendapat penanganan medis darurat, tetapi dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.
SuaraLampung.id - Sebuah peristiwa memilukan terjadi di area parkir Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung. Seorang bocah perempuan berusia lima tahun, berinisial RMH, tewas mengenaskan setelah terlindas mobil yang melaju di area parkir rumah sakit pada Rabu (7/10/2026).
Fakta mengejutkan terungkap dari pemeriksaan awal kepolisian. Pengemudi mobil berinisial P (61), warga Lampung Selatan, berdalih sama sekali tidak melihat keberadaan korban dan mengira guncangan roda mobilnya hanyalah akibat melindas gundukan aspal.
"Dia tidak mengetahui bahwasanya ada anak di situ. Dugaan sementara, dia mengira bagian kanan kendaraannya itu baru saja melewati polisi tidur," ungkap Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Regan Kusuma Wardani, Kamis (8/10/2026).
Insiden nahas itu bermula saat P hendak memindahkan kendaraannya menuju area belakang rumah sakit, persis ke arah Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca Juga:Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling
Kendaraan dipastikan bergerak maju, bukan mundur. Di saat yang bersamaan, korban tengah berjalan kaki mendampingi sang ibu di area parkir.
Konsentrasi sang ibu dilaporkan sempat terpecah sesaat karena sedang membuka bungkusan makanan, hingga tak menyadari bahaya maut tengah mengintai putrinya dari balik kemudi kendaraan P.
Akibat benturan keras tersebut, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Abdul Moeloek sekitar pukul 17.00 WIB. Pihak rumah sakit bergerak cepat memberikan tindakan medis darurat tanpa memusingkan urusan birokrasi dan administrasi pendaftaran.
Kepala Humas RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Desy Yuanita, menuturkan korban tiba dalam kondisi tak sadarkan diri dengan luka perdarahan aktif parah di bagian kepala.
"Pasien langsung mendapatkan penanganan kegawatdaruratan oleh dokter dan tim medis. Kami pasang infus, berikan obat emergensi, hingga alat bantu napas," jelas Desy.
Baca Juga:Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T
Meski tim dokter telah berupaya maksimal, takdir berkata lain. Sekitar pukul 18.30 WIB, kondisi balita malang itu mendadak drop dan mengalami henti jantung.
Upaya resusitasi jantung paru (RJP) yang dilakukan tim medis tak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.50 WIB.
Tangis histeris keluarga pecah saat jenazah bocah lima tahun itu akhirnya dipulangkan menuju rumah duka di kawasan Gedong Tataan sekitar pukul 22.30 WIB.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku P guna menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Bandar Lampung.
Sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk sekuriti dan pihak manajemen rumah sakit, turut dimintai keterangan.
"Terduga pelaku sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Saat ini fokus keluarga masih pada proses pemakaman, namun proses penyelidikan tetap berjalan. Langkah hukum selanjutnya akan kami tentukan lewat gelar perkara," tegas Kompol Regan.