Sejarah Telukbetung, Pernah Menjadi Pusat Pemerintahan Belanda

penulisan sejarah pertumbuhan Telukbetungdimulai sejak tahun 1600-an.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 24 Oktober 2023 | 09:05 WIB
Sejarah Telukbetung, Pernah Menjadi Pusat Pemerintahan Belanda
Ilustrasi Telukbetung. Sejarah Telukbetung. [Wikipedia]

Diawali sebagai tempat berkumpulnya pedagang-pedagang yang membawa barang-barangnya melalui aliran sungai dan pantai antara lain pada Pelabuhan Sukamenanti (sekarang bernama Gudang Agen) yang pada masa itu telah merupakan bandar pelabuhan termasuk pula Bandar Balak, Bandar Lunik dan Bandar Teba.

Pada Agustus 1682, Koopman de Jager menerangkan bahwa Desa Kuripan Pesisir, Perwata dan Suti Karang (Teluk Betung) yang terletak di dalam Teluk Lampung merupakan "pabean" dan tempat penimbunan lada dari seluruh pelosok daerah Lampung/hasil dari desa-desa yang jauh.

Daerah Lampung ketika itu berada di bawah kuasa Kesultanan Islam Banten. Sebagai wakil mahkotanya ditunjuk Adipati Wangsa Wiraraja (dipersamakan pangkatnya dengan gubernur) yang membawahi Tumenggung Natanegara (setingkat bupati) yang diangkat dari anak negeri Lampung asli.

Pada tahun 1682 ,terjadi "kemelut kekuasaan" pada Kerajaan Banten itu, yakni antara Sultan Agung Tirtayasa (sang ayah) dengan Abdul Nazar alias Sultan Haji (sang anak).

Baca Juga:Motor Terbakar di SPBU Antasari, Diduga karena Korsleting

Peperangan ini dimenangkan oleh Sultan Haji atas bantuan dari Belanda. Ini membuat Belanda mulai diperbolehkan membeli lada, kopi dan rempah-rempah keperluan Eropa lainnya secara langsung ke daerah Lampung, sebagai imbalan balas jasa dari Sultan Haji kepada VOC.

Di tahun 1684, Belanda telah mendapat hak monopoli perdagangan lada di Lampung, sebagai penggantian ongkos-ongkos biaya perang sewaktu membantu Sultan Haji melawan pasukan-pasukan ayahnya sejak 2 tahun yang lalu.

Pada tahun 1817 di Teluk betung oleh Belanda telah ditempatkan seorang asisten residen. Saat itu masih banyak terjadi gangguan dan perlawanan terhadap usaha- usaha dagang Belanda.

Setahun kemudian pada tahun 1818, Pemerintah Hindia Belanda menganggap untuk lebih baik mengalihkan pemerintahan sipil kepada seorang Penguasa sipil militer (Civielen Militair Gezaghebber) yang ditempatkan di Telukbetung tersebut guna lebih terjaminnya pengamanan.

Tahun 1847 kota Telukbetung dijadikan tempat kedudukan penguasa pemerintahan Belanda. Pada tahun 1850, kota Telukbetung telah dijadikan pusat pemerintahan Belanda untuk daerah Lampung dan di sana didirikan pula redoute berupa bangunan atau benteng-benteng pertahanan. 

Baca Juga:Petugas Lapas Narkotika Bandar Lampung Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

Dengan Staatsblad No. 70/1873 yang membagi Keresidenan Lampung menjadi 6 afdeeling, maka Telukbetung adalah satu diantara 6 afdeeling itu dengan ibukotanya juga Telukbetung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak