Nilai Kriminalisasi, Massa Minta Polisi Bebaskan Ketua RT Wawan yang Bubarkan Ibadah di GKKD

pihaknya menilai ada kriminalisasi ke seseorang, dalam peristiwa yang terjadi di Gereja Kristen Kemah Daud.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 28 Maret 2023 | 14:51 WIB
Nilai Kriminalisasi, Massa Minta Polisi Bebaskan Ketua RT Wawan yang Bubarkan Ibadah di GKKD
Massa demo di depan kantor Kejati Lampung minta Ketua RT Wawan yang bubarkan ibadah di GKDD dibebaskan dari penjara, Selasa (28/3/2023). [Lampungpro.co]

SuaraLampung.id - Puluhan massa dari organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang tergabung dalam aliansi Lampung Bersatu, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Mapolda Lampung, Selasa (28/3/2023).

Aksi demo massa ini terkait dengan penahan Ketua RT Rajabasa Jaya bernama Wawan yang ditahan Polda Lampung dalam kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD).

Massa yang mendatangi kantor Polda Lampung dan Kejati Lampung ini mendesak aparat penegak hukum membebaskan Ketua RT Wawan.

Koordinator Aksi Gunawan mengatakan, pihaknya menilai ada kriminalisasi ke seseorang, dalam peristiwa yang terjadi di Gereja Kristen Kemah Daud.

Baca Juga:Alasan FKUB Bandar Lampung Ajukan Penangguhan Penahanan Tersangka Pembubaran Ibadah Jemaat GKKD

"RT Wawan ini mencoba meredam agar tidak ada amuk massa, namun ia malah diframing melakukan kejahatan," kata Gunawan dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.

Gunawan juga menilai, masalah tersebut sudah diselesaikan perkaranya di Polresta Bandar Lampung, dan sudah ada kata damai. Namun pada kenyataannya, Wawan tetap diproses dan ditahan oleh Polda Lampung.

"Kami mendesak Kejati Lampung, agar kasus ini jangan sampai masuk pemberkasan lengkap atau P21," ujar Gunawan.

Sebelumnya, Polda Lampung menahan tersangka Wawan Kurniawan terkait dugaan peristiwa penghentian Ibadah di Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Bandar Lampung, yang terjadi pada Minggu (19/2/2023) lalu.

Baca Juga:Gegara Letuskan Petasan ke Masjid, Tiga Remaja Diamuk Massa di Deli Serdang, Satu Tewas

Berita Terkait

Di Korea sedang marak penggemar K-Pop melakukan aksi demo dengan mengirimkanprotest truck kepada perusahaan agensi hiburan. Apa alasan mereka menggunakan media truk?

yoursay | 09:53 WIB

AMARAH AKSI MENDIDIH, JUTAAN MASSA TUNTUT JOKOWI MUNDUR DEMI MENANGKAN ANIES PRESIDEN

mamagini | 15:47 WIB

Tiba-tiba ada dua pengendara sepeda motor melempar benda tumpul."

news | 16:12 WIB

Terkait nasib RT Riang itu, Heru Budi mengeluarkan pernyataan bahwa itu urusannya sendiri. Sontak saja pernyataan ini membuat netizen geram.

moots | 13:13 WIB

Mereka menuntut Kemenkes memenuhi penyediaan obat bagi penyakit Hepatitis C.

foto | 12:42 WIB

News

Terkini

Sebab kehidupan ekonomi para personel Kangen Band kini sudah membaik pascareuni

Lifestyle | 15:10 WIB

api diduga muncul dari mobil tangki, lalu menyambar gudang dan pekarangan rumah warga.

News | 14:30 WIB

Pemkot Bandar Lampung juga sedang mendalami kasus yang menjerat ASN kota setempat tersebut.

News | 20:09 WIB

Pelaku pembunuhan Yuyun ternyata suaminya sendiri berinisial NA (62)

News | 16:44 WIB

KPPU berpendapat terdapat dampak persaingan usaha dari Surat Edaran Wali Kota Metro

News | 14:58 WIB

Bank Mandiri memiliki berbagai produk perbankan yang bisa digunakan untuk bertransaksi di kawasan Damai Indah Golf PIK Course.

News | 19:30 WIB

keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena, karena terbukti melakukan kekerasan fisik terhadap dua ART.

News | 17:04 WIB

Dokter Zam Zanariah ketahuan berpartisipasi dalam kegiatan pertemuan relawan Anies Baswedan

News | 15:00 WIB

keadaan PLTS di Way Haru yang dibangun pada tahun 2016 dan hanya berfungsi tujuh bulan saja,

News | 14:26 WIB

sejumlah mahasiswa yang menuntut pihak Rektorat UIN Raden Intan Lampung menghapus pungutan liar (Pungli)

News | 16:49 WIB

pernah melihat langsung seorang ART loncat pagar tembok belakang rumah terduga pelaku inisial S.

News | 13:43 WIB

Lokasi tempat pembangunan tower BTS 4G Bakti Kominfo itu terletak di Desa Wayharu Kecamatan Bengkunat

News | 13:19 WIB

Selain itu, Karomani juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp8 miliar 75 juta.

News | 21:39 WIB

Mereka setiap hari dianiaya majikan dan anak-anaknya. Parahnya lagi ada yang sampai ditelanjangi.

News | 20:00 WIB
Tampilkan lebih banyak