Viral Petani di Lampung Barat Lempar Ratusan Kilogram Tomat ke Jurang, Kesal Harga Tomat Anjlok

terlihat dua orang petani membuang satu peti tomat ke jurang

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 21 Januari 2023 | 18:20 WIB
Viral Petani di Lampung Barat Lempar Ratusan Kilogram Tomat ke Jurang, Kesal Harga Tomat Anjlok
Petani tomat di Lampung Barat kesal harga tomat anjlok. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Anjloknya harga tomat membuat sejumlah petani di Pekon (Desa) Hanakau, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, meradang.

Mereka melakukan aksi protes atas turunnya harga tomat dengan cara membuang ratusan kilogram buah tomat hasil panen ke jurang.

Dalam rekaman vidio amatir yang diterima, terlihat dua orang petani membuang satu peti tomat ke jurang. Kemudian terlihat sejumlah peti berisi tomat matang lainnya yang berada di mobil pick up.

"Tomat murah enggak laku, lebih mahal kotaknya daripada buah tomat," ujar salah seorang petani yang ada dalam video tersebut.

Baca Juga:Catat Bunda, Cara Konsumsi Tomat untuk Kecantikan: Ini Manfaat Tomat untuk Wajah dan Lawan Jerawat

Selanjutnya salah seorang petani tomat, Pudin, mengatakan, petani merasa kesal sebab saat ini harga tomat anjlok, hanya berkisar di harga Rp600 sampai Rp800 per kilogram.

"Pasarannya lagi sepi, peminatnya kurang, sedangkan yang panen banyak, sekarang harga hanya Rp800, enggak ketutupan sama modalnya," kata Pudin , saat diwawancarai di Sukau, Lampung Barat, Sabtu (21/01/2023).

Selanjutnya dia mengatakan, harga tomat saat ini sudah jauh turunnya, karena harga standar tomat bulan lalu berkisar harga Rp4000 per kilogram, namun saat ini yang terjadi harga tomat turun hingga harga Rp600 sampai Rp800 rupiah per kg.

Menurut dia, dalam sekali panen petani bisa menghasilkan 400 hingga 500 kotak tergantung luas lahan tanam. Dalam satu kotak tersebut, bisa mencapai 50 kg dan dengan masa tanam selama 80 hari.

Dia mengatakan, bahwa tomat yang telah dipanen akan dijual keluar daerah seperti ke Padang.

Baca Juga:Wow! Harga Jengkol di Pasar Tradisional Karawang Melampaui Daging Ayam

"Iya mas tahun-tahun yang lalu kami menjual tomat keluar daerah, namun sekarang dengan harga anjlok ini enggak bisa, enggak kebayaran ongkosnya," katanya.

Akibat harga tomat yang anjlok ini, kata dia, memang setiap tahun terjadi dan untuk mengantisipasi dampak kerugiannya yang lebih besar, para petani juga menanam jenis sayuran lain.

"Karena memang dari dulu juga sering terjadi seperti ini makanya kami menanam sayuran lainnya juga untuk mengantisipasi kerugian yang lebih banyak," ujarnya.

Pudin berharap, agar pemerintah turun langsung menstabilkan harga tomat tersebut.

"Harapan kita tentu agar harga tomat bisa naik lagi, bisa stabil agar para petani juga tidak merasa terbebani dengan harga pasar seperti sekarang ini," pungkasnya. (ANTARA)

News

Terkini

korbanmengalami luka parah di bagian wajah akibat terkena material tabung kompresor yang meledak.

News | 13:35 WIB

Menurutnya, hal tersebut guna mengantisipasi maraknya isu penculikan anak yang beredar.

News | 17:39 WIB

Pemeriksaan ini terkait adanya kerusuhan pembakaran kantor PT AKG oleh massa

News | 14:33 WIB

Jaksa Penuntut Umum memperlihatkan bukti-bukti mahasiswa yang dititipkan oleh Dekan Pertanian tersebut

News | 18:00 WIB

Akibat kecelakaan ini, pelajar SMKN 2 Kalianda Lampung Selatan bernama Rahmad Febrian (18) tewas

News | 16:11 WIB

Dekan FMIPA Unila pernah memberikan uang kepada Karomani sebesar Rp60 juta dari efisiensi keuangan

News | 14:57 WIB

di dalamnya terdapat tumpukan kayu jenis bayur yang sudah di kemas menjadi balokan dan papan.

News | 20:40 WIB

sampai saat ini pencarian korban nelayan hilang masih nihil.

News | 15:41 WIB

kantor dan sejumlah aset milik PT AKG Bahuga di Kampung Agung, Bahuga, Way Kanan, dibakar

News | 13:43 WIB

pihaknya menerjunkan sebanyak satu tim rescue pos SAR Tanggamus untuk menuju lokasi.

News | 15:07 WIB

kabar penculikan anak di SDN 1 Way Dadi adalah tidak benar.

News | 13:29 WIB

amplop yang diberikan ke KH Said Aqil Siradj bukan bersumber dari uang suap

News | 12:58 WIB

kecelakaan melibatkan dua sepeda motor pada Rabu (25/01/2023) pukul 20.00 WIB menewaskan satu pelajar di Pringsewu.

News | 18:12 WIB

para pelaku merupakan sindikat bersenjata api dan sajam, spesialis pencurian hewan

News | 18:07 WIB

Mualimin menjawab uang itu diberikan saat Said Aqil datang ke Lampung

News | 10:41 WIB
Tampilkan lebih banyak