Mitos atau Fakta Menonton Film Horor bisa Mempercepat Pembakaran Kalori? Ini Penjelasan Dokter

Faktanya anggapan mengenai nonton film horor bisa mempercepat pembakaran kalori

Wakos Reza Gautama
Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:33 WIB
Mitos atau Fakta Menonton Film Horor bisa Mempercepat Pembakaran Kalori? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi menonton film horor. Benarkah anggapan menonton film horor bisa mempercepat pembakaran kalori? [Pixabay.com]

SuaraLampung.id - Seseorang yang menonton film horor akan merasakan ketegangan sehingga membuat jantung berdebar lebih cepat.

Percepatan debar jantung saat menonton film horor ini membuat sejumlah orang beranggapan bisa membakar kalori lebih banyak.

Faktanya anggapan mengenai nonton film horor bisa mempercepat pembakaran kalori ini menurut Dokter jantung dr. Azlan Sain, Sp.JP tidak tepat.

"Pernah ada beberapa studi yang menyimpulkan demikian, namun tidak bisa dijadikan patokan karena studi tersebut menggunakan jumlah sampel yang sangat sedikit," kata Azlan kepada ANTARA, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga:Adaptasi Film Korea, Sinopsis Film Kalian Pantas Mati, Kisah Teror Arwah Penuh Dendam di Sekolah

Dokter yang praktik di Klinik Jantung Hasna Medika Indramayu itu mengatakan anggapan itu mencuat karena ada pendapat bahwa terjadi pelepasan adrenalin, akibat rasa takut, yang bekerja cepat akibat menyaksikan film horor.

Adrenalin dapat menurunkan nafsu makan, meningkatkan tingkat metabolisme basal dan akhirnya membakar tingkat kalori yang lebih tinggi.

"Namun, karena jumlah sampel yang sangat sedikit dan studinya adalah studi dengan populasi yang sangat kecil, maka hasil dari studi ini pun tidak bisa dijadikan patokan," jelas dokter dari FKUI ini.

Azlan mengatakan bila ingin sehat dan terlindung dari risiko penyakit jantung, sebaiknya jaga diet seimbang, berpuasa serta olahraga secara teratur.

Olahraga aerobik yang biasanya dilakukan dalam intensitas rendah dalam durasi lama bisa dilakukan untuk mencegah serangan jantung.

Baca Juga:5 Film Horor Indonesia yang Tayang di Bioskop Bulan Oktober 2022, Serem Abis!

Olahraga aerobik dilakukan dengan gerakan berulang-ulang, intensitas ringan, dan waktu melakukannya panjang atau berkelanjutan.

Selain berjalan cepat, bersepeda dan berenang, olahraga yang bisa dilakukan meliputi lari santai atau jogging hingga lari dalam intensitas sedang.

Olahraga aerobik bisa dilakukan secara rutin tiga hingga lima kali setiap pekan. Durasi olahraga setiap pekan yang dianjurkan adalah 150 menit, bila olahraga dijadwalkan lima hari dalam sepekan, maka durasi per hari adalah 30 menit. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini