Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

NU Undang Ratusan Ulama Dunia Adakan Muktamar Fikih Peradaban

Wakos Reza Gautama Kamis, 22 September 2022 | 18:05 WIB

NU Undang Ratusan Ulama Dunia Adakan Muktamar Fikih Peradaban
Ilustrasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. NU akan undang ratusan ulama gelar Muktamar Fikih Peradaban. [Capture]

Muktamar Fikih Peradaban rencananya dilangsungkan pada 5-6 Februari 2023.

SuaraLampung.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang ratusan ulama dari seluruh dunia untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban sebagai rangkaian perayaan Satu Abad NU.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan Muktamar Fikih Peradaban rencananya dilangsungkan pada 5-6 Februari 2023.

Acara ini tepat sehari sebelum puncak perayaan Satu Abad NU yang digelar 16 Rajab 1444 Hijriah atau 7 Februari 2023.

"Kami menggelar apa yang kami sebut sebagai Muktamar Internasional Fikih Peradaban, ini akan jadi pertemuan ulama-ulama sedunia," kata kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Alasan Permainan Capit Boneka atau Claw Machine Haram: Ada Unsur Judi

Gus Yahya menyatakan sedikitnya 300 ulama dari seluruh dunia bakal diundang untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban.

Selain menghadiri muktamar tersebut, para ulama peserta juga bakal diajak PBNU untuk turut menghadiri resepsi akbar peringatan Satu Abad NU yang akan diselenggarakan di Komplek Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Sebagai rangkaian panjang menuju Muktamar Fikih Peradaban, PBNU juga melakukan halaqah atau diskusi keagamaan Islam melibatkan para kiai dan nyai beserta pengurus maupun intelektual NU di 250 daerah sepanjang Agustus 2022 hingga Januari 2023.

Menurut Ketua Pelaksana Halaqah Fikih Peradaban PBNU Ulil Abshar Abdalla rangkaian halaqah di 250 daerah tersebut menjadi upaya NU berkontribusi bagi Indonesia dan dunia yang lebih beradab.

"Lebih dari 12.500 kiai dan ibu nyai akan terlibat dalam Seri Halaqah Fikih Peradaban, yang bertujuan untuk memulai kembali diskusi dan perbincangan mengenai Fikih Siyasah, sebagai warisan intelektual yang tertuang dalam kitab-kitab klasik," kata Ulil di Yogyakarta, 11 Agustus 2022.

Baca Juga: Usaha NU Cegah Kekerasan Santri di Ponpes Tak Terulang Lagi

Gus Yahya menambahkan bahwa muktamar tersebut menjadi salah satu rangkaian acara menuju peringatan Satu Abad NU yang juga diwarnai sejumlah klaster kegiatan seperti NU Women, NU Technology, dan kegiatan seni tradisional Islam Nusantara.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait