Tantangan Mencari Bibit Peselancar di Pesisir Barat, Tak Punya Papan Surfing hingga Dilarang Orang Tua

Salah satu pantai di Pesisir Barat yang sering dijadikan arena berselancar ialah Pantai Tanjung Setia.

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 18 Juni 2022 | 13:40 WIB
Tantangan Mencari Bibit Peselancar di Pesisir Barat, Tak Punya Papan Surfing hingga Dilarang Orang Tua
Ilustrasi selancari di pantai Krui, Pesisir Barat. Penggiat selancar di Pesisir Barat menghadapi tantangan dalam mencari bibit-bibit peselancar di Pesisir Barat. [instagram.com/harleyross]

SuaraLampung.id - Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, dikenal sebagai surganya bagi peselancar karena ombak yang tinggi di pantai-pantainya.

Salah satu pantai di Pesisir Barat yang sering dijadikan arena berselancar atau surfing ialah Pantai Tanjung Setia.

Adanya aktivitas berselancar dari para wisatawan tersebut perlahan menarik minat dari warga sekitar pada olahraga ini.

Melihat minat yang ditunjukkan olah anak-anak di Pesisir Barat terhadap olahraga surfing, pada tahun 2015, dilakukan lah pencarian bibit peselancar untuk dibina menjadi atlet profesional oleh sejumlah orang dewasa di sana.

Baca Juga:Mengenal Tradisi Nyucun Pahakh dari Pesisir Barat

"Ya, adanya minat dan juga potensi alam yang memadai, kami mulai melirik anak-anak berbakat di sini untuk dibina jadi peselancar profesional," kata Cikto Hagasa, salah satu pembina peselancar muda di Pesisir Barat.

Akan tetapi minimnya sarana dan prasarana pendukung, seperti papan selancar menjadi kendala di awal membina anak-anak di sini untuk dijadikan peselancar.

Namun niat menumbuhkan atlet selancar profesional dari daerah ini, membulatkan tekadnya mencari solusi permasalahan tersebut.

Bersama kawan-kawan yang memiliki perhatian sama terhadap dunia selancar di Pesisir Barat, pihaknya mencoba merangkul para wisatawan untuk mengajari hingga meminjamkan papan selancar mereka untuk berlatih.

"Alih-alih dipinjamkan oleh wisatawan dan sejumlah kawan-kawan peselancar, mereka malah memberikan papan selancarnya kepada kami," kata dia.

Baca Juga:Ada 17 Spot Berselancar di Krui Pesisir Barat, Paling Terkenal Pantai Tanjung Setia

Papan selancar yang diberikan oleh para wisatawan tersebut, menjadi modal untuk membina anak-anak berlatih selancar. Anak-anak yang sebelumnya bermain selancar dengan liar di laut mulai dibina mental dan terkontrol sehingga menjadi atlet profesional.

Akan tetapi tantangan lainnya mucul dari pihak keluarga. Segelintir orang tua ada yang tidak mengizinkan mereka berlatih olahraga ini terutama bagi perempuan karena olahraga ini dianggap ekstrem dan berbahaya.

Namun, persoalan tersebut perlahan terselesaikan seiring prestasi yang diperoleh anak-anaknya. Orang tua yang sebelumnya tidak memperbolehkan buah hatinya dibina menjadi peselancar profesional lambat laun mengizinkannya.

Salah satu anak binaannya yang telah memiliki prestasi dan disegani di dunia selancar yakni Saldira.

Bocah berusia 13 tahun tersebut pernah memenangi kompetisi selancar di Padang. Kemudian ada Cikal (15) pemegang juara lomba selancar SMP dan SMA tingkat nasional, serta Daffa (14) yang memilki potensi bagus untuk menjadi peselancar profesional.

Adanya kejuaraan selancar internasional di Pesisir Barat yang dihelat satu tahun sekali juga menjadi pemantik semangat anak-anak di sini untuk bisa berlaga diajang tersebut.

Banyaknya atlet selancar profesional yang ikut dalam gelaran Krui pro tersebut menjadi sebuah pelajaran berharga bagi anak-anak yang sedang dibina menjadi peselancar handal.

Mereka bisa melihat bagaimana trik-trik indah yang dilakukan oleh profesional maupun mental saat berada di atas ombak.

"Saya mengamati para peselancar main di atas ombak. Bagaimana cara snap dan vertikal mereka, ya pokoknya beruntung adanya kegiatan seperti ini di Tanjung Setia," ujar Daffa yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Krui.

Dalam upaya menumbuhkan atlet-atelt selancar dari daerah setempat, Pemda juga terus berkoordinasi dengan organisasi ataupun orang-orang yang memiliki tujuan sama terkait potensi surfing di daerahnya. Salah satu cara mencari bibit-bibit yang memiliki potensi yakni dengan mengadakan lomba-lomba selancar di tingkat lokalan.

Bahkan untuk menumbuhkan banyak atlet selancar di daerah itu Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat akan memasukan olahraga selancar ke dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah sebagaimana perintah dari kepala daerahnya.

"Ke depan keinginan Bupati Agus Istiqlal selancar menjadi olahraga ekstrakurikuler di sekolah, agar banyak lagi atlet profesional dari sini apalagi sarananya (ombak) lautnya ada," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pesisir Barat, Suryadi.

Dengan semakin banyaknya atlet selancar yang muncul dari Pesisir Barat diharapkan pula anak-anak yang dibina ini ke depan akan membawa nama daerahnya dan Provinsi Lampung ke kancah nasional maupun internasional. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini