Namun begitu besarnya pengaruh ISIS saat itu, Khalid mengaku sempat ingin berangkat ke Suriah untuk berjihad.
Setelah mendekam dari penjara 3 tahun itu, Khalid menjadi benci dengan Islam karena ia beranggapan isinya hanya kebencian sementara dirinya mencari cinta.
Ditambah lagi pemberitaan media-media di Austria yang menyebutkan orang-orang Islam adalah pelaku kriminal. Ini membuat dirinya membenci imigran dari negara Islam.
Sampai suatu saat Khalid membuka usaha gym dan pengunjungnya banyak orang Chechnya, yang merupakan orang Islam.
Khalid melihat ada yang beda dari perilaku orang-orang Chechnya yang merupakan muridnya di gym.
Anak-anak muslim Chechnya itu selalu mencium tangan ibunya ketika diantar ke tempat gym.
"Saya melihat apa itu Islam yang sebenarnya," kata dia.
Pengalaman lain yang membuat dia memutuskan masuk Islam adalah ketika bertarung dengan petarung asal Turki bernama Bouraq.
Dalam pertandingan itu, Khalid kalah. Dari situ lah dia berpikir ada yang berbeda dari orang Islam. Hingga akhirnya Khalid memutuskan masuk Islam.