Kisah Fotografer Hijrah, Enggan Foto Wedding di Gereja hingga Tolak Memotret Wanita tanpa Hijab

Keputusan Sigit Prasetyo untuk tidak memotret di gereja dan tempat ibadah agama selain Islam

Wakos Reza Gautama
Rabu, 01 Juni 2022 | 16:04 WIB
Kisah Fotografer Hijrah, Enggan Foto Wedding di Gereja hingga Tolak Memotret Wanita tanpa Hijab
Sigit Prasetyo fotografer hijrah yang menolak job foto wedding di gereja. [YouTube Kasisolusi]

Tolak Foto Wedding Nonmuslim 

Ketika belum hijrah, Sigit Prasetyo mengaku masih memiliki pemikiran bekerja memfoto adalah baik karena mencari nafkah untuk istri dan anak.

"Dulu gua ngerasa bahwa biasa-biasa aja. Gua kerja nyari nafkah. Emang apa yang salah nyari nafkah? Kan untuk anak istri. Waktu itu," ujarnya.

Setelah hijrah dan belajar agama menurut Sigit  ternyata banyak batasan-batasan agama yang ditabrak selama ini.

Baca Juga:Momen Haru Sungkeman di Pernikahan Gagal Diabadikan, Emak-emak Mondar-mandir Halangi Fotografer

Sigit tidak mau lagi menerima job yang masuk ke tempat ibadah agama lain dan pekerjaan-pekerjaan yang dinilai melanggar syariat Islam. 

"Secara hukum Islam, masuk ke tempat ibadah agama lain hukumnya tidak boleh, memotret perempuan tidak berhijab tidak boleh. Pernah dapat tawaran memotret lesbi dan gay. Waktu gua nyari nafkah itu, masa sih ga boleh, sampai batasan masa sih ga boleh gua kerjain, termasuk motret di gereja misalnya. Setelah belajar lagi, banyak bertanya akhirnya ga boleh deh," paparnya.

Sigit juga tidak mau lagi memotret after party orang-orang mabuk karena menganggap ikut mensyiarkan kemaksiatan.

"Meskipun gua motret orang party gua ga minum bir juga, tapi ternyata gua mensyiarkan, itu yang gua ga tau waktu itu. Lu motret orang mabuk tapi keren membuat orang-orang jadi pengen mabuk juga kaya mereka supaya lu fotoin lagi. Kan gitu," beber Sigit.

Baca Juga:Pengantin Perempuan Nekat Batalkan Pernikahan, Alasannya Gegara Mempelai Pria Lupa Pesan Fotografer

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini