facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lengkapi Berkas, Penyidik Kejagung Periksa Presdir Alfamart Kasus Ekspor CPO

Wakos Reza Gautama Jum'at, 20 Mei 2022 | 17:20 WIB

Lengkapi Berkas, Penyidik Kejagung Periksa Presdir Alfamart Kasus Ekspor CPO
Ilustrasi Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana. Kejagung memeriksa Presdir Alfamart dalam kasus ekspor CPO. [ANTARA/HO-Puspenkum Kejagung/am]

pemeriksaan Presdir Alfamart untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara.

SuaraLampung.id - Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) berinisial AHP diperiksa penyidik Kejaksaan Agung RI dalam kasus pemberian fasilitas ekspor "crude palm oil" (CPO) dan turunannya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana mengatakan, pemeriksaan Presdir Alfamart untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara.

Sebelumnya, Kamis (19/5/2022), jaksa penyidik memeriksa YB selaku Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Kejagung telah menetapkan tersangka 5 orang dalam perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk minyak goreng yang terjadi pada bulan Januari 2021 sampai Maret 2022.

Baca Juga: Presiden Direktur Alfamart Diperiksa Kejagung Terkait Kasus CPO

Kelima tersangka adalah Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan. Kemudian 4 orang lainnya dari pihak swasta, yakni Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA.

Berikutnya Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas dan pendiri dan penasihat kebijakan/analisa PT Independent Research & Advisodry Indonesia Lin Che Wei.

Akibat perbuatan para tersangka mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara berupa kemahalan serta kelangkaan minyak goreng sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait