SuaraLampung.id - Leli Agustin (20) meregang nyawa ditembak perampok saat berupaya mempertahankan uang milik tempatnya bekerja BRI Link di Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Jumat (21/1/2022) sore hari, hujan deras mengguyur Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Mobilitas kendaraan di jalan lintas timur Desa Tambah Subur tidak begitu ramai seperti biasanya.
Hujan yang turun membuat warga memilih bersantai di dalam rumah. Di tengah suara gemericik hujan, tiba tiba terdengar suara yang mengagetkan warga. Bukan petir menggelegar. Suara itu adalah suara letusan. Ini tentu saja menyita perhatian warga.
"Waktu itu kondisi hujan, tapi sudah agak reda. Karena mendengar letusan, saya keluar rumah, ternyata beberapa tetangga juga sudah keluar," ujar Teguh, warga Desa Tambah Subur, Way Bungur, Lampung TImur.
Teguh dan warga lain makin terperanjat saat melihat ke luar rumah. Pemandangan seram tampak di depan mata. Seorang wanita tergeletak bersimbah darah.
Panik seketika mendera Teguh. Ia berinisiatif ingin menghampiri tubuh wanita yang dihujani air dari langit. Langkahnya langsung terhenti begitu melihat seorang pria mengacungkan senjata api ke arah warga.
![TKP Perampokan BRI Link Way Bungur Lampung Timur, Sabtu (22/1/2022). [Suaralampung.id/Agus Susanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/22/32868-tkp-perampokan-bri-link-way-bungur-lampung-timur.jpg)
"Kami hanya melakukan perlawanan dengan melemparkan benda seadanya tapi jarak agak jauh, bahkan pelaku sempat melesatkan tembakan ke arah saya," ucap pria berperawakan sedang.
Belakangan baru diketahui wanita itu adalah Leli Agustin, pegawai BRI Link Desa Tambah Subur, Way Bungur, Lampung Timur.
Dikutip dari ANTARA, Kapolres Lampung TImur AKBP Zaky Alkazar Nasution mengatakan, pelaku mendatangi BRI Link itu sebanyak tiga kali berpura-pura menarik uang.
Saat pertama datang, pelaku berpura-pura mau mengambil uang Rp100 juta, dan dijanjikan oleh karyawan BRI Link, jika mau mengambil Rp100 juta harus janjian terlebih dulu.