Tentukan Pilihan Ketua Umum PBNU, Ketua PCNU Kebumen: Istikharah Dulu

Untuk menentukan pilihan Ketua Umum PBNU perlu musyawarah dan istikharah

Wakos Reza Gautama
Senin, 20 Desember 2021 | 15:28 WIB
Tentukan Pilihan Ketua Umum PBNU, Ketua PCNU Kebumen: Istikharah Dulu
Banser menjaga lokasi Muktamar ke-34 NU di Unila, Senin (20/12/2021). [Suaralampung.id/Ahmad Amri]

SuaraLampung.id - Sejumlah peserta Muktamar ke-34 NU sudah hadir di Provinsi Lampung. Para peserta muktamar melakukan pendaftaran atau registrasi di Universitas Lampung (Unila). 

Salah satu peserta Muktamar ke-34 NU yang telah hadir di Unila ialah Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Moh Dawamudin.  Dawamudin berbicara mengenai calon Ketua Umum PBNU selanjutnya. 

"Kita harapkan sosok yang alim dalam agama dan memiliki wawasan yang luas," kata Dawamudin, Rabu (20/12/2021).

Dia menjelaskan, PCNU Kebumen mengutus sebanyak dua puluh orang dalam Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung.

Baca Juga:Oknum ASN Pemkab Lampung Selatan Ditangkap Kasus Narkoba

Dia menjelaskan, bahwa rombongan dari PCNU Kebumen telah mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh panitia pusat, diantaranya semua peserta yang ikut dalam Muktamar wajib vaksin. 

"Kami khususnya dari PCNU Kebumen siap ikut dalam Muktamar dan semua persyaratan telah dipenuhi. Kalau untuk pilihan, sudah ada seperti KH Yahya Cholil Staquf, KH Said Aqil dan lain lain. Mereka semua adalah kader terbaik NU. Untuk menentukan pilihan perlu musyawarah dan istikharah,"ujarnya.

Nanang Trenggono perwakilan panitia lokal, mengatakan bahwa Unila sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-34 NU sudah siap seratus persen. 

Selain Unila, Muktamar juga digelar di Pondok Pesantren Darussaadah Lampung di Tengah, UIN Raden Intan dan Universitas Malahayati Bandar Lampung.

"Teknis, pelaksanaan pendaftaran telah dilakukan secara online setiap peserta Dan pada hari ini juga dilakukan pendaftaran secara langsung dan setiap peserta wajib memiliki aplikasi pedulilindungi dan aka  dilakukan pemeriksaan ketat oleh petugas, terkait prokes, "jelasnya.

Baca Juga:Gus Yahya Tak Mau Ada Capres-Cawapres dari PBNU, Cak Imin: Bagus, NU Tak Boleh Pecah

Dia menambahkan, bagi peserta yang belum memiliki aplikasi maka akan di download petugas, kemudian peserta wajib  mengisi perjalanannya hingga sampai ke lokasi dan juga dilakukan pemeriksaan antigen bagi peserta. 

" Bagi peserta yang dinyatakan, positif atau OTG Covid-19 langsung dilakukan isolasi mendiri di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) dan jika tidak cukup, kapasitasnya maka akan dibawa ke RSUDAM, "ujarnya.

Sementara itu Ketua koordinator Media Canter, Ariyadi Ahmad mengatakan, yang diperbolehkan meliput pembukaan Muktamar ke-34 NU di Ponpes Darusaadah hanya wartawan nasional. 

"Untuk pemiliputan pembukaan di ponpes Darusaadah terbatas hanya wartawan nasional, karena dari panitia pusat telah membawa sebanyak 150 wartawan nasional. Untuk di Unila akan dilakukan  secara online di Fakultas Pertanina. Selain wartawan nasional atau grup, bisa mengambil video atau suara dari NU online, " ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak