Sudah Vaksin Lengkap, Warga Amerika Serikat Terinfeksi Omicron setelah Pulang dari Afsel

Varian Omicron ini menjangkiti pasien yang sudah mendapat vaksin lengkap

Wakos Reza Gautama
Kamis, 02 Desember 2021 | 11:51 WIB
Sudah Vaksin Lengkap, Warga Amerika Serikat Terinfeksi Omicron setelah Pulang dari Afsel
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Seorang warga Amerika Serikat terinfeksi COVID-19 varian Omicron. [Dok.Antara]

SuaraLampung.id - COVID-19 varian Omicron sudah masuk ke Amerika Serikat pada Rabu (1/12/2021). Pasien asal Amerika Serikat yang terinfeksi varian Omicron diketahui baru saja bepergian dari Afrika Selatan. 

Varian Omicron ini menjangkiti pasien yang sudah mendapat vaksin lengkap. Pasien Omicron ini tiba di Amerika Serikat pada 22 November 2021. Tujuh hari kemudian dinyatakan positif terinfeksi.

Orang itu sudah mendapatkan vaksin lengkap namun belum disuntik vaksin booster, menurut pakar penyakit menular kenamaan AS Dr. Anthony Fauci saat konferensi pers di Gedung Putih.

Orang tersebut kini menjalani isolasi mandiri dan seluruh kontak eratnya dinyatakan negatif COVID-19, lanjutnya.

Baca Juga:Klaster Covid-19 Sekolah, Pengurus Abdurrab Pekanbaru Diperiksa Polisi

Masih ada sejumlah pertanyaan besar seputar Omicron, yang bermutasi lewat berbagai cara. 

Menurut para ahli, cara Omicron bermutasi dapat meningkatkan kemampuannya untuk menyebar dan menghindari beberapa pertahanan yang dihasilkan oleh vaksin.

Pengembangan sedang berlangsung untuk memperbarui vaksin COVID-19 yang sudah ada, seandainya diperlukan.

Omicron sudah muncul di puluhan negara, seperti di sejumlah negara Eropa. Selain itu, kasus Omicron juga muncul di Kanada, Australia, Jepang, Hong Kong,  dan Israel.

AS belum menemukan penularan Omicron lewat komunitas. Di kebanyakan negara, penularan COVID-19 masih tinggi, namun kasus baru tetap stabil selama dua pekan terakhir, menurut data Reuters.

Baca Juga:IPM NTB Peringkat 29 Seluruh Indonesia, Disebut Melambat Karena Pandemi

Sebelumnya, pejabat kesehatan AS mengatakan bahwa varian baru yang pertama kali muncul di Afrika Selatan dan diumumkan pada 25 November itu, kemungkinan sudah tiba di AS saat puluhan negara lain juga mendeteksi Omicron.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini