alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketika Game Free Fire Dijadikan Modus Kejahatan Seksual

Wakos Reza Gautama Selasa, 30 November 2021 | 18:51 WIB

Ketika Game Free Fire Dijadikan Modus Kejahatan Seksual
Bareskrim Polri ungkap kejahatan seksual lewat game Free Fire. [ANTARA]

Lewat game Free Fire Reza berkenalan dengan korban lalu melakukan kejahatan seksual.

SuaraLampung.id - Sedang trennya game Free Fire di kalangan muda tanah air ternyata dimanfaatkan seseorang untuk melancarkan aksi kejahatan seksualnya. 

Seorang pria inisial S atau Reza (21) memanfaatkan game online Free Fire untuk menjaring calon korbannya. Lewat game inilah Reza berkenalan dengan korban lalu melakukan kejahatan seksual

Kejahatan seksual melalui game Free Fire ini diungkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Polisi telah menangkap Reza, pria asal Kalimantan Timur. 

Kasubdit V Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Hutagaol menyebutkan ada 11 anak di bawah umur yang menjadi korban kejahatan seksual online tersangka Reza.

Baca Juga: Free Fire Kembali Gandeng Money Heist, Sajikan Event Final Episode: Raid and Run

"Tersangka S melakukan kejahatan seksual anak dengan memanfaatkan salah satu game "online free fire", di mana sasarannya adalah anak perempuan di bawah umur," kata Hutagaol di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021) dikutip dari ANTARA.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Orang tua korban yang melapor berada di Papua.

Orang tua korban melaporkan adanya konten pornografi di ponsel milik anaknya serta adanya percakapan asusila melalui pesan instan "Whatsapp" yang dilakukan tersangka S, teman game "online" korban.

Kemudian laporan tersebut ditindaklanjuti KPAI dengan membuat laporan ke Bareskrim Polri pada 22 September 2021.

Dittipidsiber Bareskrim Polri melakukan penelusuran hingga keberadaan S diketahui berada di wilayah Kalimantan Timur.

Baca Juga: 5 Tips Capai Zona Akhir di Mode Solo Free Fire

"Jadi modus operandinya, tersangka bermain game bersama dan mengiming-imingi akan memberikan 'diamond' korban," kata Hutagaol.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait