alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

95 Kasus Kecelakaan di Tol Bakter Selama 2021, Sopir Mengantuk Penyebab Utama Kecelakaan

Wakos Reza Gautama Selasa, 30 November 2021 | 16:00 WIB

95 Kasus Kecelakaan di Tol Bakter Selama 2021, Sopir Mengantuk Penyebab Utama Kecelakaan
Ilustrasi Mobil Toyota Rush terbalik di Tol Lampung ruas Lematang, Tanjung Bintang, Rabu (24/11/2021). Kecelakaan di jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) didominasi sopir mengantuk. [Lampungpro.co]

di tahun 2021 HK Ruas Bakter mencatat telah terjadi 95 kecelakaan lalu lintas di tol Bakter.

SuaraLampung.id - Kecelakaan yang terjadi di jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) didominasi faktot pengemudi yang mengantuk. 

Selain itu, faktor lain yang juga menjadi penyumbang kecelakaan di tol Bakter adalah terjadinya ban pecah. 

Branch Manager Ruas Tol Bakter PT Hutama Karya (Persero), Hanung mengatakan di tahun 2021 HK Ruas Bakter mencatat telah terjadi 95 kecelakaan lalu lintas.

Faktor penyebabnya yakni sopir mengantuk sebanyak 41 kejadian serta pecah ban 24 kejadian dan sisanya disebabkan faktor lainnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Lingkar Kota Salatiga, Seorang Polisi Dikabarkan Meninggal Dunia

"Tingkat kecelakaan tahun ini masih dibilang rendah jika dibandingkan pada tahun lalu yang mencapai 110 kejadian di JTTS ruas Bakter," kata dia, Selasa (30/11/2021) dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan untuk mengurangi angka kecelakaan di JTTS, pihaknya telah melakukan beberapa upaya seperti melakukan operasi mengantuk bersama PJR Polda Lampung satu bulan sekali yang dimulai dari pukul 00.00 WIB sampai jam 04.00 WIB.

Upaya lainnya yakni melakukan teguran secara simpatik kepada pengguna jalan di di gerbang-gerbang masuk JTTS, memasang imbauan-imbauan melalui VMS dengan kalimat yang keras seperti "Nyupir sambil ngantuk? Celaka!.

"Kami juga terus intensifkan patroli jalan tol pada jam rawan kecelakaan antara  pukul 00.00 - 05.00 WIB," kata dia.

Namun, lanjut dia, upaya-upaya yang dilakukan guna mengurangi angka kecelakaan tersebut tidak akan berarti apa-apa apabila tidak dibarengi dengan kesadaran pengguna jalan.

Baca Juga: Motor Modifikasi Berujung Maut, SA Bocah 13 Tahun yang Tewas di Bontang

"Oleh karena kami harap juga kesadaran pengendara dapat meningkat dan bijaksana dalam berkendara," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait