alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penyakit COVID-19 Wanita Ini tak Kunjung Sembuh Selama Satu Tahun, Ini Penyebabnya

Wakos Reza Gautama Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:40 WIB

Penyakit COVID-19 Wanita Ini tak Kunjung Sembuh Selama Satu Tahun, Ini Penyebabnya
Ilustrasi pasien Covid-19. Wanita ini menderita penyakit COVID-19 selama satu tahun. [Istimewa]

Dia juga mendapatkan hasil tes positif COVID-19 berulang dengan gejala yang masih ada

SuaraLampung.id - Seorang wanita pasien kanker terinfeksi virus corona selama hampir satu tahun.

Hal ini menjadikan wanita tersebut termasuk dalam kasus COVID-19 terlama yang pernah dilaporkan, menurut sebuah studi terbaru.

Wanita berusia 47 tahun itu, seperti diungkap Science Magazine, pertama kali dirawat di National Institutes of Health (NIH) di Maryland akibat COVID-19 pada musim semi tahun 2020.

Namun, infeksinya berlanjut selama 335 hari. Dia juga mendapatkan hasil tes positif COVID-19 berulang dengan gejala yang masih ada dan membutuhkan oksigen tambahan di rumah.

Baca Juga: Malioboro Kawasan Wajib Vaksin, Disediakan Posko Vaksinasi hingga Akhir Tahun

Meskipun tesnya menunjukkan positif, tingkat virus di tubuhnya hampir tidak terdeteksi selama berbulan-bulan setelah infeksi awalnya.

Kemudian, pada Maret 2021, tingkat virusnya melonjak lagi. Para peneliti membandingkan genom dari sampel yang dikumpulkan selama infeksi awal dengan yang lebih baru dan menemukan virusnya masih sama.

Dengan kata lain, pasien ini tidak terinfeksi ulang, tetapi terus menyimpan virus yang sama selama hampir satu tahun, kata para penulis studi.

Seperti dikutip dari Live Science, Sabtu, virus corona baru kemungkinan dapat bertahan begitu lama di tubuh wanita itu karena dia memiliki sistem kekebalan yang terganggu akibat pengobatan limfoma atau kanker di bagian sistem kekebalan.

Dia pernah diobati dengan terapi sel CAR-T sekitar tiga tahun lalu, yang melemahkan sistem kekebalannya dengan menghabiskan sebagian besar sel B atau sel sistem kekebalan yang membuat antibodi.

Baca Juga: Tak Hanya Aman, Telemedis Bantu Dokter Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan

Ahli virologi molekuler di NIH sekaligus penulis studi, Elodie Ghedin mengatakan, kasus infeksi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah memberi Anda gambaran tentang bagaimana virus menjelajahi ruang genetik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait