Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid

Masjid Al Majid di Bukit Kemuning berkapasitas seribu orang

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 09:49 WIB
Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid
Pasangan suami istri, Ismeth Faisol (66) dan Nur Hasbiah (54), mewakafkan tanahnya untuk Masjid Al Majid di Bukit Kemuning, Lampung Utara. [Suaralampung.id/Santo]

Ismeth menggambarkan jika tanah seluas 17 hektare lebih itu dijual, uangnya untuk beli mobil mewah atau benda berharga lainnya. Namun kata Ismeth mobil mewah dan benda berharga tidak akan menjamin dirinya ketika di alam barzah kelak.

Karena itu Ismeth dan istrinya Nur Hasbiah berencana mewakafkan tanah itu untuk masjid agar amalannya tetap mengalir ketika ia sudah tiada nantinya. 

"Motivasi saya dan istri saya mewakafkan lahan seluas 17 hektare lebih ini untuk dibangun masjid dan rumah sakit, agar ketika kami dipanggil Sang Khalik, bisa menjadi amal baik kami dan menjadi teman abadi kami ketika sudah dipanggil Sang Khalik," tegas Ismeth Faisol.

Bertemu Yayasan Dompet Dhuafa

Baca Juga:Nikahi Mantan Istri Pelaku, ASN Lampung Utara Dihabisi di Depan Istri dan Anak

Punya rencana mewakafkan tinggal merealisasikannya. Selama dua tahun, pria empat anak itu mencari lembaga atau yayasan yang dianggap tepat untuk menerima wakaf darinya.

Di tahun 2016 Ismeth menemukan yayasan yang tepat melalui saudaranya yang berdomisili di Jakarta, yayasan tersebut yaitu Dompet Dhuafa.

"Tepat 2016, dimediasi oleh keluarga kami di Jakarta, terjadi pertemuan dengan petinggi Dompet Dhuafa, dan terjadi sebuah ikrar progres pemanfaatan lahan yang kami wakafkan, "ucap Ismeth Faisol.

Setelah terjadi kesepakatan dan sepemahaman antara yayasan tersebut dan keluarga Ismeth, lahan seluas 17.490 meter diwakafkan. Rencananya lahan 17 ribu meter diwakafkan sementara 490 meter disisakan untuk tempat tinggal penunggu masjid.

"Alhamdulillah 2018 yayasan Dompet Dhuafa berhasil membangun masjid yang megah ini, dan bermanfaat bagi banyak orang. Tinggal progres kedepan pembangunan rumah sakit swasta yang rencana masih satu lahan dengan Masjid Al Majid ini," tutup Ismeth.

Baca Juga:Ada Barang Bukti Aliran Dana Masjid Sriwijaya di Rumahnya, Ini Kata Syarifuddin

Muammar (35) takmir Masjid Al Majid mengatakan, masjid tersebut tidak pernah lengang dari kunjungan umat Muslim. Bahkan setiap hari dijadikan tempat menimba ilmu (ngaji).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini