alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penyidikan Kasus Azis Syamsuddin, KPK Periksa 3 Saksi di Aula Polresta Bandar Lampung

Wakos Reza Gautama Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:07 WIB

Penyidikan Kasus Azis Syamsuddin, KPK Periksa 3 Saksi di Aula Polresta Bandar Lampung
Ilustrasi Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Ali Fikri mengatakan KPK sedang memeriksa tiga saksi kasus Azis Syamsuddin. [ANTARA/HO-Humas KPK]

KPK menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam penanganan korupsi di Lampung Tengah.

SuaraLampung.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga saksi dalam perkara dugaan korupsi penanganan tindak pidana korupsi oleh KPK di Lampung Tengah. 

Dalam perkara penanganan korupsi di Lampung Tengah ini, KPK telah menetapkan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka. 

Tiga saksi yang diperiksa dalam perkara penanganan korupsi di Lampung Tengah ialah Syamsi Roli selaku PNS, karyawan BUMN Neta Emilia, dan Fajar Arafadi selaku Staf Bank Mandiri Bandar Jaya.

"Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah untuk tersangka AZ. Pemeriksaan dilakukan di Aula Polresta Bandar Lampung, Polda Lampung," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (8/10/2021) dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Kasus Jual Beli Jabatan Kades di Probolinggo, KPK Periksa 3 Eks Ajudan Suami Bupati Puput

KPK pada Sabtu (25/9) telah mengumumkan Azis sebagai tersangka.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan pada Agustus 2020, Azis yang merupakan politikus Partai Golkar menghubungi penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan meminta tolong mengurus kasus yang melibatkannya dan juga Aliza Gunado (AG) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK.

Aliza merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Selanjutnya, Robin menghubungi advokat Maskur Husain (MH) untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut. Setelah itu, Maskur menyampaikan pada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp2 miliar.

Robin juga menyampaikan langsung kepada Azis terkait permintaan sejumlah uang tersebut dan kemudian disetujui oleh Azis.

Baca Juga: Dewas Sebut Masih Pelajari Laporan Dugaan Kebohongan Publik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

Maskur diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada Azis. Untuk teknis pemberian uang dari Azis dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik Maskur. Selanjutnya, Robin menyerahkan nomor rekening bank tersebut kepada Azis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait