facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Henti Menangis, Penantian Istri Nelayan yang Hilang di Perairan Labuhan Maringgai

Wakos Reza Gautama Rabu, 06 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Tak Henti Menangis, Penantian Istri Nelayan yang Hilang di Perairan Labuhan Maringgai
Polair mencari nelayan yang hilang di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Rabu (6/10/2021. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

istri dan keluarga masih menunggu kabar Fauzi yang hilang di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

SuaraLampung.id - Fauzi Asmani (28), hilang di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Senin (4/10/2021). Hingga kini Rabu (6/10/2021) nasib Fauzi belum jelas. Tim SAR Gabungan masih mencari keberadaan Fauzi. 

Air mata tak henti membasahi pipi Rianti. Matanya sembap menandakan tangisan yang tak kunjung tandas. Duduk bersimpuh di ruang tamu, wanita 22 tahun ini gamang menanti kabar nasib sang suami, Fauzi. 

"Dari kemarin anak saya Rianti, nangis terus, bahkan pertama mendapat kabar sempat pingsan. Sampai sekarang kami keluarga besar terus menunggu informasi anak menantu saya," kata Suminah, ibu Rianti, Rabu (6/10/2021).

Rianti, Suminah dan keluarga masih menunggu kabar Fauzi yang hilang di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Baca Juga: Nelayan Hilang di Perairan Labuhan Maringgai Lampung Timur Belum Ditemukan

Sementara Fajri Khoirul Niam, bocah laki laki usia 4,5 tahun terlihat asik bermain bersama rekan sebayanya. Ia belum memahami apa yang telah terjadi kepada ayahnya.

Para tetangga terlihat berdatangan ke rumah berdinding bata merah di di Dusun Margo Agung, Desa Kariyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. 

Suasana rumah Fauzi Asmani, nelayan yang hilang di perairan Labuhan Maringgai Lampung Timur, Rabu (6/10/2021). [Suaralampung.id/Agus Susanto]
Suasana rumah Fauzi Asmani, nelayan yang hilang di perairan Labuhan Maringgai Lampung Timur, Rabu (6/10/2021). [Suaralampung.id/Agus Susanto]

Sekadar duduk-duduk di kursi plastik di bawah terpal biru ukuran 6x6 meter, tetangga mencoba menghibur Rianti sekeluarga yang sedang menanti kejelasan nasib Fauzi.   

Suminah, mengatakan Fauzi sebenarnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehari-hari Fauzi kerja serabutan. 

"Pekerjaannya itu serabutan hanya mengharap upah sekedarnya. Kalau di darat tidak ada kerjaan. Fauzi itu ikut nelayan, mengharap upahan sebagai buruh nelayan, sehari tidak lebih Rp 100 ribu," kata perempuan 45 tahun itu.

Baca Juga: Sampan Berbelok Arah, Anak Nelayan di Karangasem Ini Teriak Ayahnya Jatuh Dan Hilang

Pada Senin (4/10/2021), Fauzi diajak mencari ikan di laut. Bersama empat rekannya, Fauzi menuju perahu yang bersandar di sungai. Mereka mempersiapkan alat tangkap jenis jaring untuk mencari ikan. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait