alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dipimpin Maun Ali, Kisah Polisi di Labuhan Maringgai Bertempur Lawan Belanda

Wakos Reza Gautama Sabtu, 25 September 2021 | 14:10 WIB

Dipimpin Maun Ali, Kisah Polisi di Labuhan Maringgai Bertempur Lawan Belanda
Ilustrasi Perang Kemerdekaan. Kisah polisi di Labuhan Maringgai bertempur lawan Belanda. [Suara.com/Rohmat]

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Lampung juga dilakukan oleh unsur kepolisian

SuaraLampung.id - Agresi Militer Belanda II yang terjadi pada 19 Desember 1945 menyasar kota-kota di Sumatera termasuk Lampung.

Pada 1 Januari 1949 kapal-kapal perang Belanda menembaki Pelabuhan Panjang. Ibukota karesidenan Lampung, Teluk Betung kemudian jatuh ke tangan pasukan Belanda.

Pimpinan pemerintahan di Lampung kemudian mendirikan pemerintahan darurat di luar kota. Tak berhenti di situ, pasukan Belanda kemudian melakukan serangan di berbagai wilayah di Lampung.

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan oleh segenap komponen, baik pemerintah, tentara, laskar rakyat maupun penduduk.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Tajir Melintir, Punya Kekayaan Rp100 Miliar

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Lampung juga dilakukan oleh unsur kepolisian. Unsur kepolisian ini mungkin salah satu komponen yang jarang disebut dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Perjuangan kepolisian di Lampung dalam menghadapi pasukan Belanda salah satunya terjadi di daerah Lampung Tengah. Keberhasilan Belanda mengambilalih Metro membuat pemerintahan dan pasukan pertahanan mundur keluar kota.

Maun Ali polisi yang pimpin perjuangan di Labuhan Maringgai. [Dok ISTIMEWA]
Maun Ali polisi yang pimpin perjuangan di Labuhan Maringgai. [Dok ISTIMEWA]

Belanda kemudian melakukan pengejaran. Pemerintahan darurat yang awalnya didirikan di dekat Metro kemudian harus berpindah-pindah menghindari kejaran Belanda.

Pengejaran yang dilakukan pasukan Belanda terhadap pasukan pertahanan Republik juga terjadi di daerah Labuhan Maringgai.

Belanda saat itu berusaha mematahkan perjuangan bangsa Indonesia di sana. Namun serangan Belanda disambut dengan perlawanan pasukan pertahanan Republik, salah satunya adalah kepolisian Labuhan Maringgai.

Baca Juga: Jelang Tanding di PON Papua, Atlet Dayung Lampung Uji Coba Kano

Maun Ali, seorang pimpinan kepolisian di Labuhan Maringgai bersama dengan anggota polisi lainnya melakukan kontak senjata dengan pasukan Belanda.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait