alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kesal Utang tak Dibayar, Pria di Lampung Utara Lepaskan Tembakan saat Tagih Utang

Wakos Reza Gautama Senin, 09 Agustus 2021 | 13:30 WIB

Kesal Utang tak Dibayar, Pria di Lampung Utara Lepaskan Tembakan saat Tagih Utang
Ilustrasi penembakan. Seorang warga Lampung Utara melepaskan tembakan saat tagih utang. [Unsplash/Max keinen]

Peristiwa warga Blambangan, Lampung Utara mengeluarkan tembakan terjadi pada Minggu (8/8/2021).

SuaraLampung.id - Kesal utang tak dibayar, pria di Blambangan, Lampung Utara keluarkan tembakan dari senjata api. 

Peristiwa warga Blambangan, Lampung Utara mengeluarkan tembakan terjadi pada Minggu (8/8/2021). 

Tidak ada korban luka dari peristiwa penembakan di Blambangan, Lampung Utara. 

Pelaku penembakan inisial AM (41) ditangkap jajaran Polsek Abung Selatan Lampung Utara.

Baca Juga: Rentenir Jadikan Anak Sebagai Jaminan Utang, La Nyalla: Usut Tuntas!

Kapolsek Abung Selatan AKP Suryadinata mengatakan, peristiwa ini bermula dari korban Karim (50) meminjam uang kepada terduga pelaku AM senilai Rp 5 juta.

Kemudian AM mendatangi korban, untuk menagih pinjaman uangnya, hingga terjadi pengancaman.

"Sebelumnya pada Jumat (23/7/2021) siang, pelaku sudah mendatangi korban. Sepekan kemudian, pelaku kembali mendatangi korban hingga kesal dan mengeluarkan senpi jenis replika air soft guns," kata AKP Suryadinata dalam keterangannya, Senin (9/8/2021) dikutip dari Lampungpro.co--media jaringan Suara.com.

Karena merasa sudah mendatangi kedua kalinya, AM lalu menodongkan dan menembakkan senjatanya satu kali ke arah udara.

Akibat kejadian itu, korban kemudian langsung melaporkan ke Mapolsek Abung Selatan

Baca Juga: Rentenir Jadikan Anak Jaminan Utang Ditahan Selama 20 Hari, Begini Reaksi La Nyalla

"Berdasarkan laporan korban dan hasil pemeriksaan saksi-saksi, anggota kemudian berhasil menangkap pelaku. Terkait kepemilikan senjata, AM memperlihatkan kartu keanggotaan salah satu club, dengan masa berlaku sampai 11 Maret 2022, namun kebenarannya masih kami dalami," ujar Suryadinata.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait