“Kami juga nantinya berencana akan mengembangkan sektor pariwisata di wilayah pembangunan pengaman pantai atau tanggul penangkis ombak, sehingga diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat sekitar,” tambah Darmawan.
Ia berharap pembangunan pengaman pantai tersebut dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik serta tanpa adanya kendala yang berarti.
Selain itu, Darmawan juga menginginkan agar pemerintah pusat dapat kembali membangun tangul serupa di wilayah pesisir pantai lainnya di Kabupaten Lampung Selatan. Mengingat masih banyak kawasan pesisir lain yang membutuhkannya.
“Kita berharap semua (pembangunan) dapat berjalan dengan lancar. Intinya berikan yang terbaik untuk masyarakat Lampung Selatan,” kata Darmawan.
Baca Juga:Gempa Mukomuko Bengkulu, Dekat dengan Lokasi Gempa Pemicu Tsunami 2010
Darmawan juga mengingatkan kepada masyarakat sekitar agar dapat mendukung pelaksanaan pembangunan pengaman pantai tersebut.
Sebab, selain pekerja dalam proyek itu sebagian besar adalah penduduk lokal, material bangunannya terutama batu belah juga diambil dari lokasi sekitar.
“Artinya proyek pemerintah pusat ini telah memberi nilai tambah bagi masyarakat di sini di tengah masa sulit pandemi COVID-19. Dan nantinya bila bangunan tanggul sudah jadi, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dijaga bersama, sehingga masa pemanfatannya akan menjadi lebih panjang,” pesan Darmawan.
Pada bagian lain, Rimlan selaku penanggungjawab proyek dari PT Mina Fajar Abadi, menyatakan akan memperbaiki jalan-jalan yang rusak sebagai akibat dari proyek pembangunan pengaman pantai tersebut.
“Kami akan perbaiki jalan yang rusak sebagai dampak pengerjaan proyek pembangunan pengaman pantai. Ada kok anggarannya,” tutur Rimlan.
Baca Juga:Kebakaran Terjadi di Pasar Bakauheni Lampung Selatan
Selain itu, pihak PT Mina Fajar Abadi juga akan menghibahkan lahan seluas 18 meter persegi kepada pemerintahan desa yang diperuntukkan sebagai wisata mini.